Alasan Mengapa Berzakat Sebaiknya Ke Lembaga

 
Berzakat Sebaiknya Melalui Bazis
Bayarlah zakat pada Lembaga resmi. (Ilustrasi : flckr.com)


Di dalam Al Qur'an Surah At-Taubah dikemukakan bahwa salah satu kelompok penerima zakat (mustahiq) adalah 'aalimiina 'alaiha (orang-orang yang mengelola zakat). Hal ini menunjukkan dana umat yang begitu potensial harus disalurkan kepada para 'amil (pengelola zakat) agar dana tersebut benar-benar dapat dikelola secara produktif, transparan dan solutif terhadap permasalahan umat.



produksispot.blogspot.com - Beberapa alasan utama mengapa berzakat sebaiknya melalui Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) yaitu sebagai berikut :

1. Sesuai dengan tuntunan Al Qur'an dan sunnah Rasulullaah Shalallaahu 'alaihi wasallam.

2. Untuk memperlihatkan syi'ar Islam dan unsur keberjama'ahan serta ukhuwah Islamiyah

3. Mengetahui potensi dana zakat dan infaq masyarakat di suatu wilayah/daerah secara keseluruhan sehingga dapat memetakan kekuatan umat Islam untuk membangun perekonomian dan sumber daya umat.

4. Membuat dana-dana zakat, infaq, sedekah lebih produktif dan bermanfaat bagi program-program pembinaan dan pengembangan mustahiq (penerima zakat). Sehingga dengan demikian para mustahiq tidak hanya diberi umpan lepas, namun dapat dikelola untuk kemandirian mereka dimasa depan. Hal ini tidak didapatkan jika zakat, infaq dan sedekah tersebut hanya dilakukan masing-masing secara individu.

5. Dalam upaya menjaga hati dan keikhlasan hati para muzaqqi (pemberi zakat), khususnya ketika mustahiq yang diberi adalah orang-orang yang dikenal oleh muzaqqi.

Mungkin juga perlu dibaca : Pembayaran dan penyaluran zakat

6. Sebagai upaya menghilangkan penyakit hati para muzaqqi. Karena penyaluran zakat, infaq dan sedekah yang disalurkan sendiri akan membuat hubungan yang kurang objektif dengan mustahiq yang dibantu. Berpotensi menimbulkan rasa riya dan ujub, pamrih atau sombong dikemudian hari jika bertemu dengan orang yang dibantu (meski memang tidak semua muzaqqi bersikap demikian).

7. Menjaga perasaan rendah diri para mustahiq (penerima zakat) apabila berhadapan dengan langsung untuk menerima haknya dari para muzaqqi (orang yang berzakat).

8. Untuk menjamin kepastian disiplin muzaqqi dalam membayar zakat.

9. Untuk mencapai efisiensi, efektifitas dan sasaran yang lebih tepat.

Dari beberapa uraian alasan di atas, sebenarnya hanya sebagian. Tentu masih banyak lagi alasan mendasar mengapa sebaiknya kita menyalurkan zakat, infaq dan sedekah pada lembaga resmi yang berkompeten.

Nah sahabat, selamat menunaikan ibadah zakat sebagai salah satu rangkaian ibadah wajib kita dibulan penuh berkah ramadhan ini.

Akhirnya semoga manfaat dan wassalam.



Referensi : Risalah Zakat - Panduan Untuk 'Aamiliin dan Muzaqqi ( DPU Cabang Kutai Timur Kaltim).






Pembayaran dan Penyaluran Zakat

Pembayaran dan Penyaluran Zakat


Agar zakat yang kita tunaikan sah dan tepat sasaran, jangan ragu mendatangi pos pelayanan Badan Amil atau Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) yang banyak tersebar di daerah kita masing-masing.


produksispot.blogspot.com - Salah satu landasan hukum atau dalil keberadaan Badan Amil atau Lembaga Pengumpul Zakat sebagaimana sebuah hadits :

Dari Abu Juhaifah : " Telah datang kepada kami seorang pemungut zakat dari Rasulullaah SAW. Maka diambilnya dari orang-orang kaya diantara kami, lalu dibagikannya kepada orang-orang miskin dikalangan kami. Ketika itu saya masih kecil dan yatim pula, maka diberinya saya seekor anak unta ". (HR. Tarmidzi).

Pembayaran Zakat

Pembayaran zakat dilakukan melalui 'Amil Zakat atau Lembaga Pengelola Zakat  (LPZ) yang selanjutnya oleh LPZ akan disalurkan berdasarkan kebutuhan para penerima zakat (mustahiq) yang ada di derah bersangkutan.

Mungkin perlu juga dibacaAlasan Mengapa Berzakat Sebaiknya Ke Lembaga

Penyaluran Zakat

Pembayaran zakat yang dilakukan hendaknya disalurkan kepada para mustahiq dimana muzaqqi (pemberi zakat) itu berada.

Para Fuqaha telah ber-ijma' bahwa boleh memindahkan penyaluran zakat dari satu negeri ke negeri lain jika penduduk negeri yang ditempati muzaqqi tidak memerlukan lagi.

Sahabat demikian secara umum tentang Pembayaran dan Penyaluran Zakat. Semoga bermanfaat. Wassalam.




Referensi : Risalah Zakat - Panduan Untuk Amiliin dan Muzaqqi (DPU Cabang Kutai Timur, Kaltim).




Jenis-Jenis Zakat

Zakat Fitrah
Ilustrasi (flickr.com)

 

Mensucikan jiwa sekaligus keberadaan harta dengan berzakat. Salah satu kewajiban sebagaimana Rukun Islam. Mari kita kenali apa saja jenis zakat.


produksispot.blogspot.com - Secara umum zakat dibagi dalam 2 jenis :

1. Zakat Fitrah (Zakat nafs/jiwa).

Zakat ini diwajibkan disetiap bulan ramadhan. Pembayarannya boleh dilakukan sejak awal ramadhan hingga sebelum datang waktu melakukan shalat I'd. Pembayaran zakat harta per-orang ini adalah sebanyak satu Sha' (kurang lebih 2,5 kg bahan makanan pokok) atau dengan uang seharga 2,5 kg bahan makanan pokok.

2. Zakat Maal (Harta)

Zakat maal (harta) ini adalah harta baik dari hasil usaha atau hasil bumi. Zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seseorang atau lembaga dengan syarat atau ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan. Termasuk dalam jenis ini adalah zakat perniagaan, pertanian, peternakan, hasil tambang, rikaz, emas/perak.


Mungkin juga berguna dibaca :   Hikmah Zakat


Satu jenis zakat lainnya yaitu :

3. Zakat Profesi

Yang termasuk dalam zakat ini adalah penghasilan yang didapat dari pekerjaan / keahlian profesi tertentu baik dilakukan sendiri maupun lembaga. Misalnya dokter, konsultan, perawat, dosen, guru, penjahit, pengacara, dll. Nisabnya adalah jika senilai dengan 520 kg bahan makanan pokok ketika diterima.


Nah sahabat demikian tentang Jenis-Jenis Zakat. Moga manfaat. Wassalam.



Referensi : Risalah Zakat - Panduan Untuk Amiliin dan Muzakki ( DPU Cabang Kutai Timur, Kaltim)




Hikmah Zakat

Berbagai Hikmah zakat

  

Semua perintah dalam agama tentu sarat dengan hikmah, dengan manfaat. Tidak terkecuali zakat. Banyak sekali hikmah yang terkandung didalam zakat.


produksispot.blogspot.com - Sebagai hamba beriman setiap kita tentu meyakini tidak ada sesuatupun yang diciptakanNya sia-sia. Semua pasti penuh hikmah. Walau hanya sebatas gugurnya daun kering ke tanah.

Khusus dalam hal zakat, terdapat banyak sekali hikmah. Diantaranya :

1. Alat pembersih jiwa

Zakat itu dapat menjadi perisai, pelindung sekaligus pembersih jiwa seseorang. Jiwa menjadi lebih hidup serta semakin jelas melihat dan menetapi jalan yang diridhoiNya.  Pembersih diri dan harta dari segala sifat-sifat kikir, bakhil dan sejenisnya (Al-Qur'an 9 : 103).

2. Mendapat pahala yang besar (Al-Qur'an 4 : 162).


3. Sebagai pembersih harta

Seperti sebuah hadits : "Allah SWT telah menjadikan zakat itu sebagai pembersih bagi harta" (HR. Bukhari)


4.  Mendapat kedudukan istimewa di sisiNya

Orang yang berzakat termasuk dalam 7 golongan yang akan dinaungi Allah SWT kelak di hari akhirat. " Ada 7 golongan yang akan dinaungi Allah pada hari kiamat kelak... (salah satunya diantaranya) ialah orang yang bersedekah dengan merahasiakannya agar keikhlasannya terjaga ". (HR. Bukhari)


Mungkin juga perlu dibaca : Jenis-jenis Zakat


5. Merasakan nikmatnya iman

Hidup mau tenang ? Jangan ragu berzakat. Dengan berzakat kita bisa merasakan nikmatnya cita rasa Iman sehingga memunculkan ketenangan dalam hati.  "Ada tiga hal, barang siapa yang melakukan tiga hal itu, niscaya dia merasakan cita rasa Iman.... (salah satunya) ialah mengeluarkan zakat hartanya dengan hati yang baik dan ikhlas ..." (HR. Abu Daud)


6. Menumbuh-kembangkan harta (semakin bertambah dan berkembang)

Seperti yang disebutkan dalam firmanNya dalam Al-Qur'an 2 : 267 atau Al-Qur'an 2 : 261.


7. Membantu meringankan beban kaum fakir / miskin.

" Allah SWT mewajibkan bagi orang-orang kaya muslim agar mengeluarkan sebagian harta mereka untuk membantu fakir miskin diantara mereka. Para fakir miskin tidak akan mampu berjihat dalam keadaan lapar kecuali mereka dibantu orang-orang kaya yang ada diantara mereka...." (HR. Thabrani)


8. Zakat memelihara harta orang kaya

" Peliharalah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit dengan sedekah dan tolaklah bala dengan do'a ". (HR. Thabrani dan Ibnu Mas'ud)

Beberapa hikmah diatas adalah sebagian kecil saja. Bermacam dan hikmah tak terhitung lainnya tentu masih banyak lagi.
Wallaahu a'lam. Wassalam



Referensi : Risalah Zakat - Panduan Untuk Amilin dan Muzakki (DPU Cabang Kutai Timur) Kaltim.




Syarat-Syarat Zakat

menunggu giliran menerima zakat
Antrian menunggu zakat (Ilustrasi) : flickr.com

 

Perbendaharaan harta kita wajib dikeluarkan atau dibayarkan zakatnya apabila sudah memenuhi beberapa syarat. Harta yang tunai dikeluarkan zakatnya akan berkah. Begitupun sebaliknya, jika harta tidak ditunaikan zakatnya maka akan membawa kemudhoratan semata. Na'uzubillaah. Nah, apa saja syarat-syarat zakat itu ? 

 

produksispot.blogspot.com - Sejumlah harta harus dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi batas / nisab dengan persyaratan tertentu. Kewajiban zakat inipun mutlak, bersifat sama dengan pelaksanaan kewajiban agama lainnya. Jangan sekali-kali menunda atau tidak memperhatikannya. Jangan terkecoh dengan menganggap semakin banyak harta makin bahagia. Karena banyak semata sangat-sangat tidak memadai untuk menghadirkan atau memberi ketenangan, tanpa keberkahan atau kebersihan keberadaan harta itu dikehidupan kita.

Baca juga : Pengertian Zakat

Adapun syarat-syarat dari harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah :

1. Harta itu dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah yang didapat dari usaha, bekerja, warisan atau pemberian yang sah, dimungkinkan untuk dipergunakan, diambil manfaatnya atau kemudian disimpan.

2. Harta yang berkembang jika diusahakan atau memiliki potensi untuk berkembang. Misalnya harta perniagaan, peternakan, pertanian, deposito, obligasi, tabungan dan sejenisnya.

3. Telah mencapai hisab, yaitu harta telah mencapai ukuran tertentu sesuai dengan jenisnya. Misalnya untuk hasil pertanian telah mencapai 520 kb beras, perniagaan telah mencapai senilai dengan 85 kg emas murni dan seterusnya.

4. Telah melebihi kebutuhan pokok yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya untuk hidup layak.

5. Harta telah mencapai umur satu tahun (haul), untuk zakat harta tertentu.


Nah, itulah syarat-syarat yg menjatuhkan hukum wajib zakat pada perbendaharaan harta. Dengan taat berzakat, bukti ketaatan kepadaNya. Semoga menjadi pembuka jalan kebaikan, keberkahan dalam kehidupan kita semua. Aamiin.

Semoga manfaat dan Wassalam.



Referensi : Risalah Zakat - Panduan Untuk Amilin dan Muzakki - DPU Cabang Kutai Timur Kaltim.



Pengertian Zakat

Bayar Zakat
Ilustrasi : Zakat (flickr.com)

 

Secuplik tentang pengertian zakat. Sebagai umat muslim kita tentu sering mendengar kata "zakat". Apa sih sebenarnya zakat itu ?


produksispot.blogspot.com - Secara bahasa, zakat berasal dari bahasa Arab : Az-Zakah yang berarti Suci. Bersih, tumbuh, berkembang, bertambah, subur, berkah, baik dan terpuji.  Sedangkan menurut definisi, zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya, apabila telah mencapai nisab tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula.

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat senantiasa disebutkan berdampingan dengan kewajiban shalat diberbagai ayat Al-Qur'an. Perintah dalam hal berzakat banyak terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur'an, diantaranya : 

" .... dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik ... " (QS.73 : 20)

" .... hari orang-orang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu ... " (QS.2 : 267)
Baca juga : Syarat-syarat Zakat

Abu Bakar RA berkata : "Demi Allah saya akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara kewajiban zakat dengan kewajiban shalat" (HR. Al Jama'ah)

Nah sahabat sekian dulu. Moga manfaat.
Wassalam



Referensi : Risalah Zakat - Panduan Untuk Amilin dan Muzakki (DPU Cabang Kutai Timur Kaltim)




Begini Cara Berolahraga Saat Puasa

 
Jogging saat berpuasa
Ilustrasi : Jogging

 

Berpuasa bukanlah halangan bagi kita untuk menjalankan olahraga. Justru aktifitas olahraga sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran peredaran darah. Kalau peredaran darah lancar maka tubuh akan tetap sehat dan bugar. Berikut beberapa kiat cara berolahraga saat puasa.


produksispot.blogspot.com - Tidak terkecuali dibulan puasa. Kesehatan dan kebugaran tubuh jadi hal utama. Untuk memastikan puasa bisa kita jalankan dengan sebaik-baiknya, tentu kita harus konsen menjaga kualitas kesehatan. Salah satunya dengan tetap rajin melakukan olahraga.

Mengapa berolahraga ini tetap penting termasuk saat berpuasa ?

Salah satu fungsi puasa itu sendiri adalah dalam proses detoksifikasi sederhana untuk mengeluarkan racun-racun dari tubuh. Sedangkan proses detoksifikasi ini akan berjalan baik apabila sirkulasi darah dan fungsi kelenjar getah bening juga berjalan dengan baik. Nah disinilah peran penting olahraga atau aktifitas fisik itu.

Oleh karenanya, aktifitas fisik seperti olahraga tidak perlu ditinggalkan selama berpuasa. Bahkan harus tetap rutin dilakukan. Hanya saja intensitasnya perlu dikurangi karena cadangan energi yang kita miliki selama berpuasa terbatas.

Baca Juga : Segerakan Berbuka

Olahraga apa yang dapat dilakukan selama berpuasa ?

Pilihlah olahraga sederhana serta tidak terlalu menghabiskan banyak energi dan cairan tubuh. Contohnya seperti berjalan kaki, lari-lari kecil, bersepeda, yoga atau semacamanya.

Kapan waktu ideal berolahraga saat berpuasa ?

Lakukanlah olahraga sekitar 30 menit hingga 2 jam sebelum waktu berbuka. Sebaliknya, hindari olahraga setelah sahur atau shalat subuh, walaupun tubuh kita memang terasa segar pada waktu itu. Karena, cadangan energi kita untuk aktifitas satu hari akan lebih dulu terkuras dan akan mengakibatkan kita merasa lemas seharian.

Nah sahabat tetap asyik ya dengan olahraga ringan selama puasa. Pasti nambah sehat. Insya Allah.

Sekian dulu kali ini dan sukses selalu untuk sahabat semua. Wassalam    


Pic : flickr.com