Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Mengejar Keberkahan Ramadhan

Mengejar Keberkahan Ramadhan

Ramadhan datang lagi. Hari ini 4 Mei 2021. Ngga kerasa sudah menginjak hari ke 20. Masuk di paruh ketiga menuju akhir puasa tahun 1442 H. 

produksispot.blogspot.com. Bagi umat muslim sedunia tahun ini masih dalam suasana berbeda. Pandemi virus Covid 19 belum usai. Meski notabene sudah mereda. 

Tetapi apapun dan bagaimanapun inilah realita yang harus dijalani. Semua tak luput dari izin dan ketentuanNya juga. Kita ambil hikmahnya saja. 

Ramadhan tahun ini seperti juga tahun lalu kita dididik untuk kembali ekstra sabar. Menjalani semua dengan penuh kesahajaan. 

Paling utama bagi orang beriman adalah mengambil hikmah dari segala apa yang ditetapkanNya. Walau ditengah berbagai pembatasan, shaum ini harus tetap bisa maksimal menjadi media pembelajaran.

Justru disinilah bagian dari karunia lebih yang harus diyakini akan membawa kebaikan yang juga lebih. Inilah waktu untuk membuktikan kesabaran yang sebenarnya. Ini harus diyakini sebagai bonus. Karena kadang untuk mencapai hasil terbaik harus dengan pembuktian terbaik.

Dengan ikhtiar dan do'a terbaik insyaa Allaah keberkahanpun dapat diraih. Seperti pada tahun sebelumnya, semoga Ramadhan tahun ini lebih baik. Menerima dengan lapang hati dan tetap fokus mengejar keberkahan Ramadhan meski ditengah keadaan yang sedikit sulit akibat wabah yang menjepit. 

Wallaahu a'lam. 

Islam Sering Dihina, Itulah Tanda Kemulyaannya

Kalau Islam sering dihina, justru itulah tanda kemulyaannya. Yang mulia pasti ada saja yang menghina. Yang tinggi, ada saja yang merendahkan. Begitu seterusnya. 

produksispot.blogspot.com. Memangnya ada yang menghina sesuatu atau seseorang yang memang sudah hina? Penghinaan itu biasanya melekat untuk sesuatu/seseorang yang mulia kedudukannya. 

Lantas kalau kita bertanya, untuk apa sih takdir seperti itu? 

Jawabannya simpel koq. Supaya makin jelas terlihat, mana yang mulia dan yang hina sesungguhnya. 

Supaya kita makin ngerti mana yang hak dan mana yang bathil. Ya kan? 

Semua kejadian alam, pun termasuk hal-hal disekitar kita, tidak lain pasti mengandung hikmah.

Apakah ada sesuatu yang diciptakan Tuhan sia-sia? Ngga ada! Walau jatuhnya sehelai daun kering. Semua pasti menyimpan ilmu, menyimpan hikmah yg besar disebaliknya. 

Tinggal kita sebagai manusia, mau ngga merenungkan atau memperhatikannya. 

Seperti juga Islam sebagai agama yang rahmatallil'aalamiin. Bukan cerita baru dihina, dinistakan. Dari zaman dulu sudah banyak dilakukan oleh orang-orang yang entah dimana akal sehatnya. 

Lalu kalau Islam dilecehkan, dihina seperti itu akan mengurangi tingkat kredibelitasnya? 

Sama sekali ngga lah!. 
Siapapun penghina itu ngga akan bisa mengusik walau sepersekian mili derajat kemulyaan agamaNya. 

Malah makin memperjelas betapa buruk dan hina seseorang itu. Ya si penghina. Dia yang menghina maka hakekatnya dia sendirilah yang membuka aib sendiri, jadi makin bertambah-tambahlah kehinaannya. 

Islam mah tetap aja jaya. Mulia. Peneduh yang nyata umat manusia. Sebagai anugrah dan rahmat bagi semesta. Alhamdulillaah. 

Maka beruntunglah siapapun yang mengenal Islam. Semoga dikuatkan berpegang teguh padanya agar selamat dunia akhirat. Dengan izin dan rahmatNya.

Terimakasih kepada para penghina dan penista Islam. Berkat anda semua, kami semua pemeluk Islam semakin yakin akan kebenaran dan kemulyaan Islam. Islampun semakin berjaya berkat contoh hina perbuatan anda.

Islam itu tetap dan akan terus terpelihara mulia hingga akhir zaman. Insyaa Allaah. Sementara penghinaan orang-orang pendusta? Ngga ngaruh! 

Wallahua'lam
Wassalam

Meraih Derajat Taqwa




Taqwa adalah modal terpenting dalam diri setiap muslim. Tanpa taqwa, hidup terasa hampa. Gersang. Akan sangat berbeda jika dalam diri seseorang itu telah bersemayam taqwa. Ia dapat merasakan betapa nikmat karunia kehidupan. Ia benar-benar merasakan kenikmatan hakiki, dunia dan akhirat. Yang dengan itu iapun bahagia.


produksispot.blogspot.com -  Ada banyak definisi yang dijabarkan oleh para ulama tentang definisi taqwa. Salah satunya dari Ibnu Mandhur yang menyatakan bahwa taqwa itu adalah menjaga diri atau mewaspadai diri dari sesuatu yang dibenci (oleh Allaah Subhaanahu wata'aala).

Secara sederhana taqwa dapat diartikan sebagai suatu sikap, sifat ketaatan seorang muslim pada segala ketentuan atau syari'at agama, baik dalam keadaan sendiri maupun ditengah orang banyak. Melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala apa yang dilarangNya.

Firman Allaah dalam Surah Ali Imron ayat 10 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

” Hai orang-orang yang beriman ! Bertaqwalah (kalian) kepada Allah SWT (dengan) sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “

Pengertian taqwa sebenarnya tidak hanya cukup sampai disitu. Kesempurnaan taqwa seorang muttaqien (orang yang bertaqwa) itu baru akan terwujud jika diikuti dengan sikap selalu membersihkan diri dari segala perbuatan tercela (takholli) serta menghiasi diri dengan sifat-sifat yang baik atau terpuji (tahalli). Semoga kita semua senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk dapat menyempurnakan ketaqwaan kita.

Bagaimana resep agar dapat meraih derajat taqwa ?

Ada beberapa tips singkat agar kita dikaruniakan derajat terbaik sebagai hamba yang bertaqwa. Seperti :

1. Selalu berusaha mengingat akan kebesaranNya.

Menyingkirkan lalai apalagi sombong. Menyadari betapa kecil dan lemahnya diri di hadapanNya. Dengan kiat ini hati kita akan merasa semakin dekat padaNya sehingga malu bila melakukan sesuatu yang melanggar ketentuanNya.

2. Selalu berusaha mengingat-ngingat betapa Allaah Maha menyayangi kita.

Betapa banyak nikmat yang terlewat untuk disyukuri disepanjang perjalanan hidup. Dengan demikian kita berharap bisa semakin teguh dan sabar dalam bersyukur. Menambah kesadaran betapa berdosanya jika kita ingkar pada karunia nikmat-nikmatNya.

3. Selalu berusaha mengingat kematian.

Kematian bukanlah akhir segalanya. Justru kematian bagi hamba bertaqwa adalah awal kehidupan. Alam kekal tak berkesudahan. Bahagia atau sengsaranya, ditentukan oleh apa yang dilakukan saat hidup di dunia. Alam sementara ini.

Nah sobat, sekian dulu catatan sederhana tentang ikhtiar menggapai derajat taqwa. Derajat tertinggi seorang hamba yang telah terjaga aqidah dan akhlaknya. Wallaahu a'lam.

Terima kasih telah membaca dan wassalam.



_________________

Sumber utama : Resume materi Aqidah Akhlak (Ust.Hamim
                              Tohari) dalam Kajian Aqidah Akhlak, Selasa
                              30 Januari 2018, Masjid Al Barokah Sangatta
Pelengkap         : Berbagai sumber
Penulis              : Muhammad Aris Setiawan
Editor                : Agus P


Harta yang Sesungguhnya

Manakah harta kita sesungguhnya

Sebanyak apapun harta atau perbendaharaan sesungguhnya bukan milik kita. Semuanya hanya titipan. Semua semu dan sementara belaka. Lalu, adakah atau yang manakah harta kita sesungguhnya ?


produksispot.blogspot.com - Untuk mengantarkan kita menjawab pertanyaan di atas, kali ini Bloggin Up sajikan catatan intisari dari kegiatan Ta'lim rutin Kajian Tafsir oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Barokah, Mess Pama Bumi Etam Sangatta. Pada kesempatan tersebut kembali bersama narasumber Ustadz Hamim Tohari.

Berangkat dari firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 261-263 :

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (261)

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا مَنًّا وَلَآ أَذًىۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infaqkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (262)

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًىۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun. (263)

Jamaah Kajian Tafsir Masjid Al Barokah Pama KPCS

Intisari Tafsir :

Berinfaq itu layaknya menanam pohon dengan satu tunas. Tunas itu kemudian tumbuh menjadi satu pohon dengan 7 cabang tangkainya, kemudian setiap tangkai akan menghasilkan 100 buah.

Perawatan pohon yang baik mulai dari konsistensi penyiraman, pemilihan pupuk, tanah, dan intensitas cahaya akan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dihasilkan,

Begitu pula dalam berinfaq, motivasi dan niat kita berinfaq, cara berinfaq, menjaga infaq dengan membisu tanpa mengungkit dan mencela penerima. Itu semua sangat berpengaruh terhadap kualitas balasan yang kita terima, sempurna atau rusaknya pahala selalu mempunyai sebab.

Perkataan yang santun sesuai konteks budaya setempat dan ikhlas memberi maaf itu lebih indah daripada infaq yang diiringi dengan kata atau tindakan yang menyakitkan. Mungkin pada satu waktu ketika si penerima memberi feedback yang tidak baik, bahkan menyakiti kita karena menerima infak yang sedikit, maka hendaknya kita tetap sabar dan berusaha sekuat mungkin melupakannya. Karena memaafkan itu pada hakekatnya jauh lebih indah.

Sejatinya harta kita hanyalah apa yang sedang kita gunakan dan harta yang abadi yang sesungguhnya milik kita ialah harta yang kita infaqkan dijalan Allah Subhaanahu wata'aala. Wallaahu a'lam.

Sekian bahasan singkat ini semoga manfaat.Wassalam.

Kajian Tafsir DKM Al Barokah Pama KPCS


Sumber : DKM Al Barokah PAMA KPCS
                  (Ringkasan Kajian Tafsir tgl. 21 Januari 2018)
Foto       : DKM Al Barokah PAMA KPCS

Sekilas Tentang Sabar

Majelis Ta'lim tentang arti sabar
Majelis Ta'lim Masjid Al Barokah Mess Pama Bumi Etam
Sangatta, Kutai Timur


Kita semua tentu sering mendengar kata "sabar". Kata yang sangat mudah kita ucapkan meluncur dari lisan. Namun apakah sudah yakin faham ? Gimana sih sebenarnya pengertian sabar itu ? Berikut sedikit catatan yang mudah-mudahan bisa membantu mengantarkan kita menemukan jawabnya.


produksispot.blogspot.com
- Sabar adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dari kata "shobaro". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Banyak sekali ayat dalam Al-Qur'an yang menandaskan pengertian dasar itu. Salah satunya seperti yang terdapat dalam Surah Al Kahfi ayat 28 tentang perintah menahan diri "keluar" dari golongan hamba yang senantiasa menyeru dan mengharap keridhoanNya, sekaligus mencegah keinginan manusia bersama orang-orang yang lalai dari ingat kepadaNya.

Sedangkan dari segi istilah, sabar dapat berarti menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, menahan berkeluh kesah baik lisan maupun hati serta menahan anggota tubuh dari perbuatan sia-sia.

Sabar sebenarnya bukan semata berarti pasrah. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada perjuangan mengalahkan hawa nafsu insani. Dalam bermujahadah, sabar diimplementasikan dengan perjuangan melawan hawa nafsu. Saat waktu shalat tiba, dorongan nafsu menginginkan seseorang itu tetap santai dan asyik dengan aktifitas keduniaannya. Jika ia tidak segera bergerak untuk berwudhu kemudian berangkat menunaikan panggilan shalat, berarti dapat dikatakan ia masih belum mampu bersabar. Dalam hal ini melaksanakan ketaatan kepadaNya.

Kajian Aqidah Akhlak ustadz Hamim Tohari


Jadi adalah keliru bila kesabaran itu hanya diartikan sebagai perwujudan sikap yang pasif. Karena sebenarnya sabar mengandung dua unsur sikap secara berimbang, pasif dan aktif. Bahkan dalam dimensi yang lain, sabar dapat diartikan sebagai sikap aktif untuk dapat merubah suatu keadaan atau kondisi, baik pribadi maupun sosial agar menjadi lebih baik. Seseorang belum dikatakan bersabar jika ia tidak berusaha berbuat sesuatu ditengah kerusakan atau kemaksiatan yang terjadi.

Puncak kesabaran adalah keberuntungan. Untuk mencapainya memang tidaklah mudah. Harus melalui proses berupa latihan atau riyadhoh. Oleh karena itu, seseorang yang menempuh jalan ini harus pula senantiasa, rajin berdo'a memohon pertolonganNya. Lengkapi juga bagian latihan itu dengan ikhtiar menggali ilmu tentang keutamaan bersabar dari Al-Qur'an dan Hadits.

Mencoba semampunya berbuat semata-mata hanya untukNya. Barangsiapa yang berupaya sungguh-sungguh, niscaya DIA akan menolongnya dan akan memberikan ganjaran pahala yang lebih baik dari kesabaran seseorang itu sendiri. Hanya Allah yang kuasa menganugerahkan kesabaran pada siapa yang dikehendakiNya dan itulah sebaik-baik pemberian.

Umumnya para ulama membagi bentuk kesabaran itu dalam 3 hal, yaitu sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar menyikapi ujian Allah Subhaanahu wata'aala.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan bimbingan berikhtiar melakukan latihan bersabar yang dengannya kita kemudian pantas menerima anugerah terindah, termasuk dalam golongan sebagai hamba-hambaNya yang sabar. Aamiin aamiin ya Robbal 'aalamiin.

Sekian catatan singkat ini dan mohon maaf atas kekurangannya. Semoga bermanfaat dan wassalam.


Sumber : Kajian Aqidah Akhlak oleh Ustadz Hamim Tohari
                 Majelis Ta'lim DKM Masjid Al Barokah,Mess Pama KPCS
                 Selasa, 26 Desember 2017.


3 Tempat Khusus Ini Bisa Bantu Jaga Rasa Syukur

Kehidupan adalah anugerah terindah


Hidup itu selalu berdinamika. Susah senang, bahagia sedih, selalu berganti. Tak terkecuali juga dengan rasa syukur sebagai sumber kebahagiaan dalam hati kita. Kadang naik, kadang turun.


produksispot.blogspot.com
- Sahabat, jika sudah mulai merasa hampa, hambar, bad mood, tidak bersemangat, kurang bergairah menjalani hidup, perlu dicermati bahwa mungkin kita sedang mengalami yang namanya penurunan kualitas kebahagiaan. Ya bahagia itu penting. Bahagia, ceria, bagi saya adalah modal dasar menjalankan segala aktifitas hingga bisa berjalan lancar dan sukses. Tanpa rasa bahagia, senang, gembira, menjadikan seseorang itu mudah sekali murung, merasa useless, tak punya daya juang dalam menggapai cita dan keinginannya lewat aktifitas yang dijalani.

Lalu pertanyaanya sekarang, bagaimana cara supaya kita bisa atau tetap bahagia ? Yup. Jawabnya adalah dengan menjaga rasa syukur yang ada dalam hati dan fikiran kita. Nah, harus diakui memang terkadang hal inilah yang agak sukar dilakukan. Ketika kita harus menjaga rasa syukur itu. Tindakan apa yang mesti dilakukan ? Ini yang tidak jarang biasanya menjadi masalah tersendiri.

Ok sob, tenang. Dikesempatan kali ini saya ingin sekedar berbagi satu resep mujarab nih. Tips praktis menimbulkan atau memelihara rasa syukur, biar kita tetap bahagia. Syukur-syukur kalau bisa membantu. Memang sederhana sekali. Tidak perlu kursus-kursusan. Tidak perlu dengan menyimak paparan sedemikian dari para motivator handal. Cukup diri sendiri saja. Ya sendiri saja. Yakni dengan merenung. Yah kirain. Tapi eeet, ini serius lo. Ya. Cukup dengan berdiam sejenak, tafakkur berkualitas ! Merenung tentang 3 tempat "menakjubkan" ini. Hadirkan dalam fikiran dan hati kita. Ngga pake lama. Cukup sekejab saja. Jika kita memang benar dalam meresapinya, hasilnya luar biasa. Seketika hatipun lebih lapang, lega. Praktiskan ? Mau coba ?

Nah, coba deh kita lihat. Apa saja ketiga tempat paling berharga itu dan mari renungkan.

Yang pertama, penjara.


Penjara

Sama sekali tidak dengan maksud "mensyukur-syukuri" siapapun mereka yang mendekam dipenjara. Semua adalah ujian dengan takaran yang sesuai dari yang Maha Adil pada siapapun yang dikehendakiNya. Siapapun bisa mengalaminya. Tinggal sekarang bagi kita sendiri. Jauh lebih penting ketika mata diperlihatkan pada penjara adalah agar dapat menjadi pelajaran. Betapa besar nikmat kebebasan yang kini kita nikmati. Sudahkah kita camkan nikmat besar berupa kemerdekaan ini ?

Yang kedua, rumah sakit.


Rumah sakit

Sama halnya dengan tempat yang pertama tempat khusus seperti rumah sakit juga dapat membantu mengingatkan betapa besar arti nikmat sehat yang ada saat ini. Tugas kita bagaimana menjaganya, sembari turut mendoakan saudara yang kini masih terkulai sakit agar cepat pulih kembali. Saat melihat atau berada ditempat ini, apa yang ada dibenak atau bagaimana perasaan sahabat ?

Yang ketiga, kuburan.



Tempat seperti kuburan, ternyata juga bisa "spontan" bangkitkan semangat dan rasa syukur jika kita mau merenung. Tidak yang cuma sambil lewat. Betapa tidak. Disini, siapapun yang ada didalamnya sudah tak mampu berbuat apa-apa lagi. Bahkan untuk hanya sekedar berkata dalam hatipun mereka sudah tak dimampukan. Itulah kematian. Maka beruntung bagi kita yang dapat mengambil pelajaran dibalik "kenyataan" alam kubur. Kita masih diberi kesempatan berbuat baik, beramal dan melakukan hal-hal bermanfaat. Tidak saja demi menata dunia tetapi juga kehidupan akhirat kelak. Mudah-mudahan kita selalu terbimbing, dimampukan melakukannya. Aamiin.

Nah sahabat, simpel kan ? Terlalu sederhana malah. Namun saya percaya dengan perenungan yang benar, kita pasti akan mendapatkan manfaatnya. Berusaha mengambil pelajaran positif dari banyak hal yang kita lihat, alami dan rasakan walau hanya dari hal sederhana sekalipun untuk memupuk rasa syukur. Dengan itu diharapkan pada akhirnya mampu mengantarkan kita meraih bahagia sesungguhnya. Insya Allaah.

Sekian dulu paparan sederhana ini dan tak lupa terima kasih telah berkenan membaca. Semoga bermanfaat.

Wassalam.



Pics by : flickr

Bersyukur, Jalan Meraih Kebahagiaan

Tempat yang paling berharga dalam kehidupan

Jujur. Kita sering mengeluh. Baik itu disadari maupun tidak. Manusiawi sih, sepanjang keluhan itu tidak sampai mengganggu pola sikap dan fikiran positif kita. Adalah wajar-wajar saja mengeluh. Asalkan, jangan sampai menghilangkan rasa syukur dan ingat kita padaNya yang semestinya tetap ada.


produksispot.blogspot.com - Disatu sore saya buka-buka media sosial. Biasa, killing time waktu bersantai di rumah. Hingga kemudian saya ketemu satu postingan seorang teman yang isinya sangat menggugah. Terus terang saya tertarik sekali.

Salah satu poin penting yang dapat saya tangkap adalah tentang hikmah. Adalah dibalik apapun keadaan itu, pasti mengandung hikmah. Pasti ada manfaatnya demi kebaikan seseorang itu sendiri.

Bahwa sebenarnya, ternyata apapun yang dialami seseorang dalam kehidupannya, mau itu yang membahagiakan atau menjengkelkan, yang sesuai keinginan atau mengecewakan, hakikatnya tetap merupakan "nikmat" dan "karunia" dariNya. Mengapa demikian ? Karena DIA maha tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita (harus) yakin, apa yang menurut kita baik, belum tentu menurutNya. Demikian pula sebaliknya. Apa-apa yang kita anggap tidak baik, belumlah tentu seperti itu pula menurut pandanganNya bagi diri kita.
Nothing But Love

Sebagai ilustrasi.

• Seorang yang telah memiliki mobil, bagaimanapun keadaannya tetap bersyukur karena dapat terhindar dari panas dan hujan kala bepergian. Terlebih saat melihat saudaranya yang baru bisa punya sepeda motor.

BACA JUGA : 3 Tempat Khusus Ini Bisa Bantu Jaga Rasa Syukur

• Yang sudah punya motor, betapa nyamannya. Bisa mobiling kemana-mana. Tinggal melintir gas, praktis bisa sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Syukur pada pandangan batin, ketika melihat saudara yang masih bersepeda.

• Yang bersepedapun tak perlu kecil hati. Masih lebih cepat berkayuh pedal daripada berkayuh langkah kaki. Rasa syukurpun tetap mantab, ketika melihat saudara yang lain yang cuma bisa berjalan kaki.

• Yang cuma berjalan kaki kemana-mana juga ngga harus hilang rasa syukur. Karena sadar, ketika ingat saudara yang lain yang diuji dengan cacat atau lumpuh kedua kakinya. Kemana-mana memakai kursi roda. Menjadi agak susah bergerak. Lebih ribet. Bahkan mungkin harus selalu bergantung pada bantuan orang lain.

• Yang berkursi rodapun ternyata tetap patut bersyukur karena tahu ada sahabat yang mengalami lumpuh seluruh tubuhnya. Tidak bisa bergerak. Hanya kedua bola mata sebagai alat pemberi isyarat jika menginginkan sesuatu.

• Bahkan yang lumpuh sekujur badanpun tetap punya rasa syukur, karena masih diberi umur, karunia hidup. Terlebih saat dia tahu bahwa baru saja sahabat dekatnya telah "berpulang" kembali padaNya yang dengan itu akan memutus semua jalan-jalan amal kebaikannya.

Nah sahabat, dititik terakhir itulah yakni kematian, membuat seseorang itu sudah tidak mungkin lagi untuk bersyukur. Seperti kata teman saya dalam postingannya, "... hanya orang matilah yang tidak bisa bersyukur. Lalu mengapa kita tidak bersyukur ? Apakah kita sudah mati ... ?" Kalaupun ini mungkin merupakan sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban, tentu sahabat semua sudah tahu jawabannya. Dalam diri kita, dalam hati kita masing-masing.

Syukur adalah kunci sukses. Hanya dengan syukur hidup akan bahagia. Dengan jalan bersyukur maka keselamatan hidup di dunia dan akhirat dapat diraih. Insya Allaah. Ya Allaah, karuniakan kemampuan kepada kami agar pandai bersyukur. Selalu bersyukur. Aamiin, aamiin, ya Robbal 'aalamiin.



Pics by : flickr

Resah, Gelisah, Hampa ? Jangan Salahkan Siapapun

Kegelisahan disebabkan karena sikap pribadi
Sumber foto : flickr

Diantara sekian banyak faktor penyebab kegundahan dan keresahan hati ternyata lebih banyak disebabkan karena pola sikap diri sendiri. Bukan dari orang lain atau hal apapun diluar diri.


produksispot.blogspot.com - Saat hati terasa gundah gulana, resah dan gersang, semua terasa hambar. Tak ada harapan, tak bersemangat dan kosong dari kegairahan. Kalau sudah begini maka apapun yang dilakukan akan terasa tidak menyenangkan. Banyak diantara kita mungkin langsung berusaha "mengkambing hitamkan" sesuatu yang ada disekitar, termasuk orang lain sebagai penyebab ketidak nyamanan itu. Padahal, semua yang dirasakan sebenarnya hanya merupakan pantulan cermin apa yang bersemayam di hati kita sendiri. Pantulan itu akan terang, indah, bercahaya jika terbit dari bersihnya hati. Kebeningan jiwa. Kelurusan dan ketulusan niat. Maka demikian juga sebaliknya.

Hal yang paling mengkhawatirkan dari keadaan ini adalah jika kita sampai terjebak lebih jauh untuk berprasangka buruk. Tidak saja pada sesama hamba beriman. Tetapi juga padaNya. Maha Suci DIA dari ketergantungan pada apapun. Padahal justru hal inilah tanpa kita sadari yang merupakan pangkal dari semua kesengsaraan hati. Hampanya jiwa. Siapa yang mau terbenam dalam keadaan seperti ini ? Semua pasti akan sumpek. Merasa tidak nyaman.

Nah sahabat, jika kita berprasangka buruk kepada Allah maka pasti kita menjadi gelisah. Demikian juga jika kita berprasangka buruk kepada orang yang beriman. Hati kita akan tidak enak. Kalau hati kita sudah merasa gelisah, capek, gersang maka baiknya segera sadari bahwa sebenarnya ada sesuatu yang salah.

Sadarkah kita bahwa pemicu rasa gelisah, tidak tenang atau hati yang gersang adalah karena sikap diri kita sendiri ? Suka mengorek-ngorek informasi, serba ingin tahu, kepo tentang diri orang lain. Apalagi jika kita sama sekali tidak punya kepentingan untuk mengetahuinya selain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu semata. Ingin tahu aib atau kekurangan orang lain kemudian membicarakannya dengan teman sembari berbisik-bisik. Sungguh tidak ada hak kita untuk melakukan itu. Inilah sebenarnya yang kemudian mengundang rasa resah dan tidak tenang yang menjerat hati kita. Wallaahu a'lam.

Baik sahabat, kiranya cukup jelas. Kira-kira apa yang menyebabkan hati kita galau, resah, gundah dan hampa ? Mari sama-sama kita berinterospeksi diri. Akhirnya terima kasih sudah membaca dan tak lupa sukses selalu untuk sahabat semua.

Wassalam. 



Sumber    : smstauhiid

Do'a Dari Seorang Sahabat

Luasnya rahmatNya pada manusia

Do'a dari seorang sahabat yang begitu menggugah, mengingatkan. Didalamnya tercermin bagaimana seharusnya seorang hamba, menghambakan diri, sadar akan kelemahan dan ketidakberdayaan dihadapan sang pencipta. Sang maha pengatur semua hal. 


produksispot.blogspot.com - Saya terkesan dengan sebuah untaian do'a ini. Do'a yang intinya memohon pertolongan bisa jujur memandang diri sendiri. Tulus menyempurnakan muamalah seraya memohon dikuatkan dalam azam memperbaiki diri. Pentauhidan akan DIA yang maha berkuasa diatas segalanya.

___________________________________________________________________

Allahumma sholli'ala sayyiidina Muhammad, wa'ala 'aali sayyiidina Muhammad

Yang aku takut, hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat namun sangat pandai menasehati.

Yang aku takut, aku merasa paling benar sehingga merendahkan yang lain.

Yang aku takut, egoku terlalu tinggi hingga merasa paling baik diantara yang lain.

Yang aku takut, aku lupa bercermin namun sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

Yang aku takut, ilmu akan membuatku menjadi sombong, memandang rendah yang berbeda denganku.

Yang aku takut, lidahku makin lincah membicarakan aib saudaraku namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

Yang aku takut, aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam bertindak.

Yang aku takut, aku hanya pintar dalam berdakwah namun sulit untuk mentaati.

Yang aku takut, aku hanya cerdas dalam mengkritik namun lemah dalam menginterospeksi diri sendiri.

Yang aku takut, aku membenci dosa orang lain namun saat aku sendiri berbuat dosa aku enggan membencinya.

Ya Allaah, ya tuhanku ...
Aku berlindung padaMu dari kelemahanku sendiri.

Lembutkanlah hatiku dan redam egoku.

Jauhkan aku dari sifat berbangga diri, hasad, iri dan dengki.

Yaa Allaah, yaa Robbi, sungguh aku memohon hidayah dan ampunanMu.

Bihaqqi nabiyyika wa habiibika wa rosuulika, sayyidina Muhammad.

Aamiin ya Robbal'aalamiin.

___________________________________________________________________


Oleh    : Irvan Maulana
Editor : Agus Parawansa


Menjaga Niat Karena Allah

Jaga niat karena Allah
Image by : freepik


Betapa kita harus serius dalam urusan keikhlasan. Orang yang ikhlas itu secara sederhananya adalah orang yang putus harapan dari mahluk atas apapun yang dilakukannya. 


produksispot.blogspot.com - Sudah sering kita mendengar hadits nabi Shallalloohu 'alaihi wasallam, tentang kisah seorang mujahid yang gugur di medan jihad. Dalam pandangan manusia, ia nampak meraih syahid. Tetapi ternyata dipengadilan Allah tidak demikian.

Karena rupanya ia berjihad di jalan Allah bukan karena mengharap ridhoNya, melainkan karena mengharap dipandang pemberani dimata manusia.

Sungguh Allah maha mengetahui apa yang tersirat dihati hambaNya. Tidak ada rahasia bagiNya. Serapat apapun manusia merahasiakan sesuatu dalam hatinya, Allah pasti mengetahui.

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wata'aala, "Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia maha mengetahui segala isi hati (QS. Faathir [35] : 38)

Ternyata apa yang ada di dalam hati sang mujahid tadi bukanlah Allah, melainkan mahluk. Ia berharap dilihat oleh mahluk, kemudian berharap dipuji, dikagumi, disanjung sebagai pemberani, pejuang, pahlawan. Akhirnya, jerih payahnya di medan jihad, bahkan sampai ia berkorban nyawanya sekalipun menjadi tidak ada artinya di hadapan Allah Subhaanahu wata'aala.

Pelajaran yang kita ambil adalah bahwa betapa kita harus serius dalam urusan keikhlasan. Orang yang ikhlas itu secara sederhananya adalah orang yang putus harapan dari mahluk atas apapun yang dilakukannya. Cukup Allah saja baginya. Cukup saja hanya penilaian Allah baginya.

Wallaahu a'lam bishowab.



Oleh       : K.H Abdullah Gymnastiar
Editor    : Agus P
Sumber : SMS Tauhiid


Arti Sukses Sejati

Moslem pray
(Image courtesy of photouta at FreeDigitalPhotos.net)

Sukses tentu menjadi dambaan setiap orang. Dalam perjalanan hidup, siapapun dia, tua muda, pria wanita, semuanya pasti ingin sukses. Tetapi bagaimana sebenarmya sukses itu ? Apakah sudah cukup hanya dengan barometer duniawi ?


produksispot.blogspot.com - Setiap orang pasti ingin sukses. Namun, sukses seperti apa? Banyak orang beranggapan bahwa sukses itu dicirikan dengan harta kekayaan yang berlimpah, mobil yang mewah, jabatan yang mentereng, gelar yang berderet-deret atau popularitas yang luas. Inikah kesuksesan itu ?

Sebenarnya, sukses dalam pandangan manusia itu belum tentu sukses dalam pandangan Allah Subhaanahu wata'aala. Tapi, sukses dalam pandanganNya, pasti sukses di dunia dan akhirat. Lalu sukses dalam pandangan Allah itu seperti apa?

FirmanNya, “..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurot [49] : 13)

Lalu seperti apa orang yang takwa itu? Takwa itu cirinya adalah akhlak mulia. Karena akhlak mulia merupakan buah dari akidah yang kokoh dan ibadah yang lurus kepada Allah, sesuai petunjuk Rosululloh Shalallaahu 'alaihi wasallam. Akhlak mulia merupakan tujuan dari diutusnya nabi Muhammad ke tengah-tengah umat manusia.

Sehingga percuma kalau banyak ilmu tapi akhlaknya buruk. Sia-sia saja kalau banyak harta tapi akhlaknya tercela. Tak berguna popularitas jika akhlaknya tak patut ditiru.

Maka, milikilah akhlak mulia karena inilah ciri dari kesuksesan seseorang di hadapan Tuhan. Semoga kita termasuk orang-orang yang sukses sejati, kesuksesan yang tak terbatas di dunia saja melainkan juga di akhirat kelak. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Wassalam




Oleh            : KH Abdullah Gymnastiar
Editor         : Rashid Satari
Adaptasi    : Agus P
Sumber      : SMS Tauhiid

Ingin berinfaq ?

Donasi SMS Tauhiid : Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid


Cara Menepis Bisikan Syaitan, Adukan PadaNya

Waspada bisikan syaitan
Ilustrasi (flickr)

Manusia dengan berbagai kesibukan. Banyak hal yang dikerjakan dan diselesaikan. Namun dalam proses perjalanan waktunya sering terperangkap bujukan syaitan. Mahluk ini memang laten yang sangat berbahaya. Momok menakutkan umat manusia.



produksispot.blogspot.com - Jika syaitan mengganggu dengan suatu gangguan, maka hendaknya kita memohon perlindungan kepadaNya. Seperti dalam Surah Fushilat ayat 36, agar manusia terlepas dari jeratan syaitan.

Kita tersesat sesungguhnya bukan karena bisikan syaitan, melainkan karena mengikuti bisikan syaitan. Nabi Adam a.s mengikuti bisikan Iblis sehingga beliau sempat memakan buah yang dilarang oleh Alloh untuk dimakan. Kemudian, nabi Adam a.s bertaubat. Namun, ketika bertaubat beliau tidak menyalahkan iblis. Ketika taubat beliau justru berdoa, “Ya Alloh Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah berbuat zholim terhadap diri kami sendiri!”

Syaitan adalah musuh yang kuat. Kita banyak kesibukan mengurusi berbagai urusan hidup kita selain dari menghadapi tipuan dan hasutan syaitan, sedangkan syaitan tidak punya kesibukan lain selain terus-menerus menipu dan menghasut kita untuk mengikutinya.

Kita akan sangat kelelahan dan kewalahan jikalau sibuk dengan syaitan. Gambarannya adalah seperti kita bertemu dengan seekor anjing galak yang terus menggonggong, maka langkah terbaik tentu bukan dengan menghadapinya, melainkan mengadukannya kepada pemiliknya.

Demikian juga dengan syaitan. Langkah terbaik bagi kita adalah dengan berlindung pada Pencipta-nya, Penguasa-nya, yaitu Alloh Subhaanahu wata'aala. Tiada yang bisa melindungi kita dari berbagai godaan dan tipudayanya selain DIA. Berlindunglah dengan dzikir, semoga kita termasuk orang-orang yang selamat dari tipuan syaitan. Aamiin yaa Robbal 'aalamiin.

Wassalam



Oleh          : KH Abdullah Gymnastiar
Editor       : Rashid Satari
Adaptasi  : Agus P
Sumber    : SMS Tauhiid


Ingin berinfaq ?

Donasi SMS Tauhiid : Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid



Pilih yang Baik Saat Membantu

Pilih yang baik



Jika kita berniat menolong orang lain, maka laksanakanlah niat itu, berikanlah pertolongan dengan sesuatu yang terbaik yang bisa kita lakukan untuknya. Bayangkan jika kita ada di posisi dia.


produksispot.blogspot.com - Ketika ada saudara kita yang tertimpa bencana alam, kemudian kita hendak memberi bantuan pakaian, maka bantulah dengan pakaian-pakaian yang patut.

Jangan mentang-mentang untuk sumbangan, maka kita memberikan baju-baju bekas yang sudah sobek, kucel atau bolong. Bantulah dengan hal terbaik yang bisa kita berikan.

Inilah perbuatan yang disukaiNya. Karena ketika kita memberi bantuan secara ikhlas dengan hal yang terbaik, sesungguhnya kita tidak pernah rugi. Sebaliknya, justru kita beruntung karena setiap kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya itu akan kembali kepada kita.

Demikian juga dengan setiap keburukan yang kita lakukan, pasti akan kembali kepada kita. Meskipun yang akan kita berikan adalah pakaian bekas, namun perlakukanlah pakaian itu dengan baik. Cuci terlebih dulu, setrika, lipat dengan pantas sebagaimana pakaian itu adalah untuk kita kenakan sendiri.

Jangan sampai kita memberikan barang untuk orang lain dengan alasan karena barang tersebut sudah jelek. Alasan kita memberikan sesuatu kepada orang lain justru harus karena barang itu masih bagus untuk dipakai.

Betapa indah Islam ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi-pribadi yang gemar menolong dan meringankan beban saudara. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.




Sumber : SMS Tauhiid
Oleh       : KH Abdullah Gymnastiar
Editor    : Rashid Satari
Adaptasi
                : Agus P
Ilistrasi  : freepik




Ingin berinfaq ?
Donasi SMS Tauhiid : Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid

Beribadah Karena Allah

Mesjid



Beribadah tidak harus selalu identik dengan hamparan sajadah atau butiran tasbih. Banyak sekali aktifitas keseharian yang sebenarnya juga adalah ibadah. Sepanjang niat melakukannya benar-benar tulus hanya karenaNya.



produksispot.blogspot.com - Jika kita beramal kebaikan karena mengharapkan penghargaan mahluk maka siap-siaplah untuk kecewa. Kenapa ? Karena sesungguhnya mahluk itu lemah, tak berdaya, hatinya mudah berubah.

Sungguh sangat mudah bagi Allah untuk membolak balik hati manusia dari yang awalnya suka menjadi tidak suka. Dari yang asalnya cinta menjadi tidak cinta. Dan, jika ini sudah terjadi maka kita tidak bisa apa-apa selain merasakan kecewa.

Oleh karena itu, kalau kita merasakan kecewa karena suatu kejadian, segera periksa ke dalam hati. Apakah yang mendominasi hati kita. Nama siapakah yang memenuhi hati kita. Jika hati kita dipenuhi dengan nama mahluk, setiap saat hanya dia yang kita ingat, setiap perbuatan hanya demi dia maka inilah sumber kekecewaan itu.

Sedangkan jika hati kita dipenuhi dengan nama Allah, setiap tujuan dari amal kita adalah Allah, niscaya hati kita tetap tenang. Sepahit apapun kenyataan yang kita hadapi.

Maka penting bagi kita untuk istiqomah menjaga niat beramal hanya lillaahi ta'aala. Niatkan setiap kebaikan hanya mengharap penilaian dari Allah semata. Tepiskan bisikan-bisikan syaitan yang selalu menghasut kita untuk riya. Yakinlah bahwa Allah Maha Kuasa. Lurus saja mengharapkan ridhaNya.Insyaa Allah, Dia akan gerakkan setiap apapun untuk kebaikan kita.

Wallaahu a'lam bishowaab.




Ingin berinfaq ?
Donasi SMS Tauhiid : Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid



Sumber  : SMS Tauhiid
Oleh        : KH Abdullah Gymnastiar
Editor     : Rashid Satari
Foto        : flickr


Jangan Terlalu Serius

Hitam putih Gerbang Taman Sari
Ritme kehidupan akan harmonis jika seimbang

Hidup ini permainan semu. Seperti halnya sandiwara. Tiap orang dapat peran berbeda. So, mainkan peran itu sebaik mungkin dihadapan SUTRADARA.


produksispot.blogspot.com -  Jangan ada bohong apalagi licik. Jangan sampai dengki apalagi menyakiti. Jangan sampai pelit apalagi serakah. Dan banyak lagi yang sebenarnya setiap kita juga sudah pada tahu. Deal ? Deaaal.... Okey, lanjut.

Yang namanya dunia, fana. Semua akan hancur. Itu berarti semua palsu bro (kata anak gahol, "cuy"). Dalam Al Qur'an - Alhamdulillaah sesuai keyakinan saya - disebutkan bahwa tidaklah dunia itu ibarat fatamorgana. Hanya kesenangan yang menipu. Udah gitu sementara lagi. Artinya, tempat asli kita bukan disini. Tetapi disuatu tempat yang wallaahu a'lam sayapun belum tahu itu dimana (ya ealah...). Tetapi yakin, saya maupun sahabat pasti katakan tempat itu ADA dan itulah hunian, kampung sesungguhnya.

Jadi poinnya ?

Nah gini-gini. Sob... kan udah tahu dunia tempatnya tipu daya, kepalsuan, sementara. Ngapain ngoyo terlalu serius ngejalaninnya ? KECUALI contoh dalam beberapa hal :

- Serius perbaiki ibadah. Oou itu WAJIB.

- Serius tidak akan puas apalagi berbangga dengan ilmu (karena jumlahnya juga emang cuman yang segini-gininya), HARUS dunks... eh halah... maksudnya, dong. *tu kan ikut-ikutan lebay...

- Serius memelihara, memperbaiki hati, akhlak. Tentu juga WAJIBkan?

Na kalau yang begitu memang harus serius. Ya udah Bismillaah ikhtiarkan. Tapi yaitu. Tetap bukan yang terlalu serius loh ya :)

Namanya juga "terlalu". Apa saja kalau dosisnya over, pasti dampaknya ngga bagus. Kalau terlalu serius, ntar kalau ada yg bersikap tidak seperti apa yang kita lakukan, wanti-wanti malah kita yang terjebak. Tertipu oleh kedigdayaan diri. Terjerembab ke dalam kubang kesombongan. Ya karena itu tadi. Terlalu serius sih....

Coba. Kalau terlalu serius, bisa-bisa kalau ada yang :

• Ngga pake songkok atau kupluk seperti yang kita pake, kita bilang ngga nyunnah.

• Jidatnya ngga hitam kaya jidat kita, lantas kita cuekin, mesemin.

• Berdoa bukan dengan doa yang kita tahu (katanya sih tahu) kita bilang bid'ah.

• Ngga bermuamalah spt gaya kita, kita bilang ngga mutu, keliru.

• Ngga hafal ratusan hadits atau ayat (katanya sih banyak hafalan), kita bilang bahlul.

Na lalu apa bagusnya kalau ujung-ujungnya yang ada didiri kita peran seperti itu ? Yang bisanya nyuekin orang, bermuka masam, ngga simpati, buruk sangka, suka nyalahin, ngekafirin, membentak-bentak ? Koq kayanya (bukan kayanya, emang iya keles) ngga beda tu sama orang jahat. Jauh dari tuntunan akhlak yang baik (Nauzubillaah. Kita semua berlindung padaNya). Padahal Rosulullaah Shalalloohu 'alaihi wassallam diutus untuk apa ?

Sahabatku yang baik, ini ni bahayanya kalau terlalu serius.  Ke-"terlalu"-an itu justru malah bikin potensi "kepeleset" makin menganga. Menganggap diri hebat, mulia, suci atau 'alim. Kita merasa telah banyak berbuat kebaikan. Padahal sayang. Kita ngga sadar kalau sebenarnya telah tertipu. Tertipu oleh diri kita sendiri. Memang masalah hati rada susah terdeteksi. Jangankan oleh orang lain, yang punya hatipun kadang sulit menyadari.

Udah deh. Jalanin apa adanya saja. Kita ngga tahu apa-apa soal orang lain soalnya. Mau itu yang pake surban atau ngga pake surban. Mau yang pake sarung atau cuman pake celana kalau shalat. Mau ngomong serba hadits atau yang ngga tahu (baca : belum tahu) apa-apa. Mau terkenal, yang ngga terkenal. Mau bertitel berderet atau yang ngga punya embel-embel. Mau pejabat atau cuman pesuruh. Mau yang tinggal di istana atau yang digubug. Selama aqidah dan akhlaknya tidak melenceng dari tuntunan yang benar, semua sama. Sama-sama hambaNya.

Bahwa kembali pada pengibaratan sebuah teatrikal drama dipanggung, manusia itu hanyalah pelakon naskah luar biasa sempurna sang SUTRADARA. Kan belum pernah nemu tu, ada sesama pemain sinetron, kacak pinggang mencak-mencak nyalahin partner mainnya. Karena tahu, yang berhak negor atau memvonis itu sutradara. Bukan sesama pemain. Ya kan ? *LOL

Once again, don't be too serious... Supaya nyadar aja. Kita  ini ngga ada apa-apanya. Ngga akan mungkin bisa memaksakan kehendak apapun pada orang lain, kecuali dengan izinNya.

Jika ada sesuatu, serahkan pada yang berhak mengatur. Simpan dalam hati kepasrahan itu. Kunci dalam brankas baja super. Biarkan dia bersemayam disana, dan ngga perlu "ditampak-tampakkan" lagi. Cukup diri sendiri yang tahu. Lalu buang kunci brankas itu sejauh mungkin. Ke laut kalau perlu. Biar saja tenggelam, hilang ditelan samudera (ilmuNya) yang luas yang mustahil untuk diselami hingga dasarnya. Apalagi seluruhnya.

Sampai kapanpun kita tak akan mampu menjadikan orang lain seperti yang kita mau. Itu namanya terlewat batas. Keinginan mengubah mungkin jadi satu panggilan moral, jadi bagian ikhtiar mulia. Tetapi bagaimana, dimana dan kapan perubahan itu bisa terjadi atau bahkan tidak, sama sekali bukan kuasa kita. Jadi santai saja. Jangan terlalu serius ya. Wallahu a'lam.



Wassalam




Ciri Orang yang Beruntung

Ciri Orang yang Beruntung



Tidak ada satu kejadian yang diciptakanNya sia-sia. Semua didesain presisi, pas, plek sesuai kehendakNya untuk kebaikan mahlukNya. Beruntung pribadi yang memahami, menyadari dan mensyukuri hikmah dibalik apapun yang digariskanNya.



produksispot.blogspot.com - Tidak ada yang kebetulan, tidak ada yang sia-sia. Setiap kejadian berlaku pasti atas izinNya. Pasti mengandung hikmah, pelajaran dan mengandung kebaikan. Orang yang beruntung adalah orang yang dengan kejadian apapun, dia berubah menjadi lebih baik.

Berjumpa dengan orang sombong maka dia menjadi baik. Kenapa ? Karena dia bisa belajar mengenai kesombongan. Bahwa dipandang remeh itu tidak enak. Bahwa orang yang sombong itu berbicara dengan nada merendahkan. Dia juga bisa belajar ciri dari kesombongan sehingga dia bisa menghindarkan dirinya dari penyakit sombong.

Berjumpa orang yang sedang diuji dengan penyakit maka dia menjadi lebih baik. Dia bisa mentafakuri penyakitnya. Sebab-sebab dan cara mengobati atau mengantisipasinya. Diapun bisa semakin bertambah syukur atas nikmat sehat yang sedang dirasakannya.

Sungguh beruntung orang yang seperti ini. Apapun kejadian, keadaan yang berlaku selalu bisa menjadi sarana baginya untuk semakin memperbaiki diri. Apapun peristiwa yang dihadapi selalu menjadi ladang ibadah dan mendekatkan diri padaNya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Aamiin ya Robbal aalamiin....


Wassalam




Ingin berinfaq ?
Donasi SMS Tauhiid : Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid



Sumber : SMS Tauhiid (KH Abdullah Gymnastiar/Rashid Satari)
Editor    : Agus P
Foto       : flickr



Antara Topeng dan Isi

The Glow
Antara Topeng dan Isi

Banyak orang yang senang dinilai, dipuji, disanjung, diperhatikan oleh mahluk. Maka orang yang demikian cenderung akan sibuk membangun "topeng". Sedangkan orang yang senang dinilai dan diperhatikan olehNya, maka ia akan cenderung sibuk membangun "isi".


produksispot.blogspot.com - Bukan tidak boleh berpakaian bagus. Tetapi hati harus lebih bagus dari pakaian. Hati harus punya niat yang lurus hanya padaNya semata. Jangan sampai kita rela membeli baju yang bagus apalagi mahal tapi hanya berakibat mengotori hati. Sungguh rugi diri kita kalau begitu.

Berpenampilan mesti baik, rapi, bagus karena DIA maha indah dan mencintai keindahan. Yang tidak boleh itu kalau kita sibuk memperbagus diri tapi hanya untuk manusia. Bukan untukNya. Dia tidak melihat rupa, tidak melihat harta kita. Tetapi yang dilihat itu adalah isi hati dan perbuatan kita.

Karena tidak sedikit orang yang lebih takut bajunya kotor daripada takut hatinya kotor. Ada yang lebih sibuk membersihkan kendaraannya agar mengkilap, daripada sibuk membersihkan hatinya. Ada yang lebih sibuk mengisi rumahnya dengan perabotan yang bagus daripada mengisi hati dengan niat-niat yang mulia nan lurus karenaNya.

Padahal jikalau seseorang senantiasa rajin menjaga kebersihan hatinya, rajin mengisi hatinya dengan niat dan maksud-maksud yang mulia maka niscaya yang akan terpancar dari dirinya tiada lain adalah keindahan. Hidupnya akan senantiasa terurus, tertata, terencana dengan rapi. Sesederhana apapun penampilan seseorang, jika dia memiliki hati yang bening maka yang akan terpancar darinya adalah keindahan, keteduhan yang menentramkan.

Nah, mari kita senantiasa berjuang menjaga dan menata hati kita agar senantiasa bersih dan penuh dengan dzikir kepadaNya. Sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung dihadapanNya. Aamiin ...

Wassalam



Ingin berdonasi untuk SMS Tauhiid ?
Salurkan ke Rek.Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid



Sumber : SMS Tauhiid
Foto       :  flickr



Akhlak Mulia Jalan Keberkahan

Akhlak mulia jalan keberkahan


Kehidupan dunia ini pasti berakhir. Semua pasti ngga bakal bawa apa-apa, selain amal dan dosa. Maka seyogyanya apapun profesi, jabatan, tingkat pendidikan dan lainnya harus tetap menuju satu tujuan, yaitu mencapai ridhoNya. Salah satu jalannya, berakhlak mulia.


produksispot.blogspot.com - Ada orang yang sangat giat bekerja. Tiada hari baginya kecuali diisi dengan bekerja. Ibaratnya kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala. Banting tulang bekerja dengan keras.

Ada juga orang yang sangat tekun belajar sehingga menjadi orang yang pintar. Satu gelar berhasil diraih, gelar berikutnya ia kejar dengan giat.

Semua ini adalah baik. Akan tetapi ada juga orang yang bekerjanya giat, belajarnya rajin, ikhtiarnya ulet namun tidak diiringi dengan akhlak yang mulia. Maka tidak heran jika kita menemukan ada orang yang sukses mendapat penghasilan tinggi karena pekerjaannya namun ternyata ia tidak jujur. Tega menipu demi keuntungan yang besar.

Ada juga orang yang sukses meraih banyak gelar. Namun kepintarannya ia gunakan untuk memperdaya orang lain, untuk membodohi orang lain.

Lantas apa artinya karir tinggi, penghasilan yang besar, gelar yang banyak jika tidak punya akhlak mulia. Semua itu sama sekali tidak akan mendatangkan manfaat dan keberkahan. Padahal inilah yang sesungguhnya kita perlukan.

Bukan sekedar tingginya jabatan. Bukan sekedar berderet-deretnya gelar. Melainkan keberkahannya. Dan, akhlak mulia adalah jalan meraih keberkahan itu.

Nah sahabat, demikian dulu sebuah renungan singkat tentang pentingnya akhlak mulia sebagai salah satu jalan mencapai keberkahan hidup.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf kurang lebihnya. Tak lupa, semoga sukses untuk kita semua. Aamiin...


Wassalam



Sumber : SMS Tauhiid

-----------------------------------

Ingin berdonasi untuk dakwah SMS Tauhiid ?

Dapatkan informasi lebih lanjutnya di fan-page SMS Tauhiid (Facebook) atau website SMS Tauhiid.

Donasi SMS Tauhiid : Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid

-----------------------------------



Perubahan Itu Dimulai Dari Diri Sendiri

Dimulai dari diri sendiri

Tidak salah jika hati tergerak melakukan perubahan pada diri orang lain. Apalagi mereka adalah orang yang kita cintai karenaNya. Namun bagaimana cara efektif agar niat baik itu bisa terlaksana dan membuahkan hasil ?


produksispot.blogspot.com -  Kita sering mudah tergiur untuk mengomentari orang lain. Kita sering lebih mudah terpancing untuk menuduh orang lain salah melakukan ini atau itu.

Seperti saat kita menonton pertandingan sepak bola. Begitu ringannya kita mengomentari bahkan memarahi pemain yang menurut kita kurang cepat, kurang lincah atau kurang-kurang lainnya.

Tentu hal ini bukan hal yang salah apalagi jika komentar kita memang didasari dengan keahlian kita pada urusan yang sedang kita komentari. Akan tetapi ada satu hal yang  sangat penting kita ingat. Bahwa kegagalan kita memperbaiki orang lain adalah disebabkan kegagalan kita memperbaiki diri sendiri. Kegagalan kita mengajari orang lain adalah disebabkan kegagalan kita mengajari diri sendiri.

Nah sahabat yuk kita mulai segala perubahan apapun itu dari diri sendiri. Moga bermanfaat dan mohon maaf kurang lebihnya. Tulisan ini saya salin dari fan-page SMS Tauhiid di medsos untuk pembelajaran diri sendiri. Terima kasih.

Wassalam

____________________


NB : Ingin berdonasi untuk jalannya dakwah SMS Tauhiid ? Silahkan bergabung ke fan-page SMS Tauhiid di Facebook atau buka situs SMS Tauhiid untuk informasi lebih lanjut.

Donasi SMS Tauhiid, Rek Mandiri : 131.00.303030.87 An. SMS Tauhiid




Empat Jenis Marah

Angry Pumping



Ada empat jenis marah. Kita perlu tahu dalam usaha memperbaiki diri. Semakin terampil mengendalikan marah, semakin damai, tenteram hati rasanya.


produksispot.blogspot.com - Kenapa sih upaya menahan marah ini penting ? Ya. Karena hal itu termasuk salah satu perbuatan baik. Firman Allah Subhaanahu wata'aala dalam Surah Ali Imron ayat 134 : " ... dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan".

Amarah adalah fitrah manusia yang dilengkapi oleh hawa nafsu. Semua orang pasti bisa marah. Sudah dari sononya diciptakan demikian. Tetapi ada yang terampil mengendalikan, ada juga yang kurang terampil mengendalikannya.

Ada baiknya dalam kaitan terus berupaya memperbaiki diri, mari kita lihat, kira-kira kita termasuk golongan yang mana ya dalam urusan marah ini ?

Terdapat empat tipikal manusia dalam marah :


1. Mudah marah dan kalau sudah marah, susah redanya.

Ini adalah tipe terburuk dalam urusan marah.

2. Susah marah tetapi kalau sudah marah, susah pula redanya.

Ini juga bukan tipe yang baik.

3. Mudah marah tetapi kalau sudah marah, mudah pula redanya. 

Ini adalah tipikal yang lebih baik.

4. Susah marah dan kalau sudah marah, mudah pula redanya.

Inilah tipe yang terbaik dalam urusan marah.

Rasulullaah juga telah memberikan tuntunan dalam hal pengendalian marah. Semoga kita dimampukan untuk senantiasa mencontoh beliau. Aamiin ya Robbal'aalamiin.

Sekian dulu sekedar berbagi tentang Empat Jenis Marah. Terima kasih sudah berkenan membaca. Semoga ada manfaatnya.

Tak lupa sukses untuk sahabat semua dan wassalam.



Sumber : SMS Tauhiid
Ilistrasi : Mike Tungate - flickr