Niat Tulus dalam Berdagang, Bercermin pada Rosulullah


Turkey market
Ilustrasi : Barang Perniagaan

Dalam menggeluti bidang usaha termasuk perdagangan, tentu tidak terpisahkan dengan keberadaan niat yang mendasarinya. Selain ikhtiar yang gigih, setiap pribadi juga dituntut mampu menghadirkan dan selalu menjaga niat yang tulus, demi sukses usahanya. Gambaran singkatnya seperti pada apa yang sudah dicontohkan oleh sosok panutan umat manusia sejagat hingga akhir zaman, baginda Rosuulullaah shalallaahu'alaihi wasallam.


produksispot.blogspot.com - Sebagai manusia termulia yang diutus Allaah sebagai Rasul terakhir, nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam juga sangat dekat dengan aktifitas perdagangan. Beliau sudah terjun langsung kedunia perniagaan sejak usia 12 tahun mengikuti paman beliau Abdul Muthalib.


Dasar aktifitas itu hanya untuk meraih keridhoanNya. Jauh dari niatan duniawi. Meraup untung sebanyak-banyaknya, apalagi hanya untuk tujuan menumpuk-numpuk harta. Sangatlah tidak pantas bagi kita menyertakan sifat seperti itu pada diri Rosul. Bukankah sangat jauh dengan tabiat sebagian kita. Kita semua yang terkadang hanyut dan terseret jauh dalam keasyikan yang melenakan disertai keserakahan.

Tidak begitu lama, menginjak usia 15 tahun, beliau sudah dapat melakukan aktifitas perniagaan secara mandiri. Yang awalnya bersama paman berdagang hingga ke negeri Syam, diusia keemasan itu, tidak kurang dari 17 negara telah berhasil beliau jajaki. Pamor dan keteladanan Rosuulullaah mengundang simpati dan kemuliaan dikalangan umat. Tak pelak gelar sebagai pemimpin (khalifah) perdagangan tersemat dipundak beliau. Maka tak heran kepribadian luhur inipun sampai memikat hati seorang janda kaya raya bernama Siti Khadijah. Beliau kemudian menikahi Khadijah seiring dengan sukses perdagangan.

Gambaran singkat dari sang uswatun hasanah Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam ini cukuplah kiranya menjadi contoh nyata bagi kita segenap umat Islam pengikut beliau. Bahwa untuk mencapai kecemerlangan prestasi diperlukan landasan yang kuat berupa niat yang tulus. Ikhlas, semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoanNya. Karena jika DIA yang dituju, niscaya pertolongan dan jalan terang akan selalu hadir, berkah dari sebuah ketulusan.

Semoga kita semua senantiasa dikuatkan selalu meneladani segala sikap dan sifat junjungan kita, penghulu semua nabi dan penyampai risalah terakhir, nabi besar Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam disegala aspek kehidupan. Aamiin.

Oleh karenanya, jangan ragu. Mulai saat ini, segeralah mulai segalanya dengan niat yang baik. Niat yang tulus hanya untukNya.

Nah sobat sekian dulu, sampai bertemu di artikel berikutnya. Wassalam



Foto by : flickr

Niat Tulus itu Luar Biasa Dampaknya



Niat Tulus Luar Biasa Dampaknya



Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa setiap orang akan mendapatkan sesuatu sebagaimana niatnya. Bener ngga sih ? Niatnya ingin meraih apa, maka ia berusaha dan memaksimalkan semua potensi untuk dapat menggapainya.  


produksispot.blogspot.com -  Ya. Begitulah peran penting niat. dalam segala hal aktiifitas, profesi. Sekuat apa niat, biasanya akan terbukti dari segesit atau setangguh apa seseorang berjuang menggapai impiannya. Kalau niatnya besar, usahanyapun pasti luar biasa. Penuh keyakinan. Gesit dan spartan !

Tentu akan beda dengan seseorang yang landasan niatnya “biasa saja”. Hampir dapat dipastikan ngga akan sekuat mereka yang bersungguh-sungguh dalam berniat. Hampir dari setiap kita saya kira pasti pernah mengalami. Beda semangat, beda hasil. Bener ? :)

Dalam sebuah hadits disebutkan :

“ Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan RosulNya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan RosulNya.
Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhori dan Muslim)

Nah tinggal sekarang niat yang seperti apa yang diharapkan dapat memberikan hasil luar biasa itu ?
Jawabnya simpel saja sebenarnya. Tetapi penjabaran atau prakteknya memang aduhai ! Hehe … Salah-salah kita akan perlu waktu belajar yang lama agar terbiasa dengan yang namanya “tulus”.

Yup. Hanya dengan niat yang tuluslah, pencapaian besar akan semakin mudah. Bahkan dapat memberi hasil jauh diatas yang diperkirakan. Sangking luar biasanya kekuatan tulus itu.

Hal ini juga tentu berlaku bagi kita yang sedang menjalankan profesi sebagai pengusaha atau pebisnis. Mau kecil, besar, sempit, luas. sama saja. Semua perlu niat yang tulus demi sukses yang luar biasa. Dan masing-masing diri akan memperoleh hasil sebagaimana besar niat dan usahanya.

Ngomong-ngomong soal kekuatan atau dampak yang dahsyat dari niat tulus ini, saya ingin sharing sedikit gambarannya. Contohnya langsung kita bisa lihat dari uswah , pemimpin umat, baginda Rosuulullaah Shallallaahu 'alaihi wasallam. tetapi di tulisan mendatang ya. Hehe ....

Untuk sekarang, segitu dulu dan tidak lupa selamat mencoba. Kita sama-sama riyadhah yuk, agar lebih tulus dalam berniat dan berproses mewujudkan impian kita.

Semoga Allaah Subhaanahu wata’ala selalu melimpahkan petunjuk dan kekuatan bagi kita semua.

Aamiin.

Alasan Kucing Jadi Hewan Kesayangan Nabi

Mueeza nama kucing kesayangan nabi
Ilustrasi : Kucing
  

Baginda Nabi punya hewan peliharaan kesayangan seekor kucing. Namanya Mueeza. Yang paling menarik, Mueeza selalu mengeong jika mendengar suara adzan. Suaranya seakan mengikuti alunan muazin. Ada juga beberapa riwayat lain yang menceritakan beberapa hal menarik seputar keberadaan hewan lucu ini.

 

produksispot.blogspot.com - Dalam suatu kisah, Nabi Muhammad Shalallaahu 'alaihi wassallam memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Pada satu ketika, Nabi hendak mengambil jubahnya. Sedangkan saat itu ditemuinya Mueeza, sedang tidur lelap dengan santai diatas jubah beliau.

Karena tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi kemudian memotong belahan lengan jubah yang tertindih badan Mueeza. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Di kesempatan lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong Mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan. Suaranya terdengar seolah-olah seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabat, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori dikisahkan, tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya. Sementara iapun tidak melepas kucingnya itu untuk mencari makan sendiri. Maka Nabi menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka. Na'uuzubillaah.

Bahkan tak hanya Sayyidina Nabi. Istri beliau, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing. Kadang merasa kehilangan kala ditinggal pergi oleh si kucing.

Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan "Abu Hurairah" yang berarti "bapak para kucing jantan". Hal itu karena kegemarannya merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Kisah Kucing Yang Menginspirasi

Seorang Sufi ternama bernama Ibnu Bashad yang hidup pada abad ke 10 Hijriyah bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap sebuah masjid di kota Kairo sambil menikmati makan malam.

Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu. Namun tak berapa lama kemudian kucing itu balik lagi. Setelah memberinya potongan yang kedua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti ke arah kucing itu pergi. Hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Masya Allaah.

Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067. Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.

Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing Setelah Wafatnya Baginda Nabi

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo dijelaskan pada masa dinasti mamluk, Baybars al Zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib, sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya.

Tradisi dari Cats of Cairo ini akhirnya telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam. Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat. Wallaahu a'lam.

Demikian sekilas tentang Kucing hewan kesayangan Nabi. Semoga manfaat dan mohon maaf kurang lebihnya. Wassalam.



Sumber : Berbagai artikel
Foto       : flickr - Susanne Nillson   
 

Meraih Derajat Taqwa




Taqwa adalah modal terpenting dalam diri setiap muslim. Tanpa taqwa, hidup terasa hampa. Gersang. Akan sangat berbeda jika dalam diri seseorang itu telah bersemayam taqwa. Ia dapat merasakan betapa nikmat karunia kehidupan. Ia benar-benar merasakan kenikmatan hakiki, dunia dan akhirat. Yang dengan itu iapun bahagia.


produksispot.blogspot.com -  Ada banyak definisi yang dijabarkan oleh para ulama tentang definisi taqwa. Salah satunya dari Ibnu Mandhur yang menyatakan bahwa taqwa itu adalah menjaga diri atau mewaspadai diri dari sesuatu yang dibenci (oleh Allaah Subhaanahu wata'aala).

Secara sederhana taqwa dapat diartikan sebagai suatu sikap, sifat ketaatan seorang muslim pada segala ketentuan atau syari'at agama, baik dalam keadaan sendiri maupun ditengah orang banyak. Melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala apa yang dilarangNya.

Firman Allaah dalam Surah Ali Imron ayat 10 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

” Hai orang-orang yang beriman ! Bertaqwalah (kalian) kepada Allah SWT (dengan) sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “

Pengertian taqwa sebenarnya tidak hanya cukup sampai disitu. Kesempurnaan taqwa seorang muttaqien (orang yang bertaqwa) itu baru akan terwujud jika diikuti dengan sikap selalu membersihkan diri dari segala perbuatan tercela (takholli) serta menghiasi diri dengan sifat-sifat yang baik atau terpuji (tahalli). Semoga kita semua senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk dapat menyempurnakan ketaqwaan kita.

Bagaimana resep agar dapat meraih derajat taqwa ?

Ada beberapa tips singkat agar kita dikaruniakan derajat terbaik sebagai hamba yang bertaqwa. Seperti :

1. Selalu berusaha mengingat akan kebesaranNya.

Menyingkirkan lalai apalagi sombong. Menyadari betapa kecil dan lemahnya diri di hadapanNya. Dengan kiat ini hati kita akan merasa semakin dekat padaNya sehingga malu bila melakukan sesuatu yang melanggar ketentuanNya.

2. Selalu berusaha mengingat-ngingat betapa Allaah Maha menyayangi kita.

Betapa banyak nikmat yang terlewat untuk disyukuri disepanjang perjalanan hidup. Dengan demikian kita berharap bisa semakin teguh dan sabar dalam bersyukur. Menambah kesadaran betapa berdosanya jika kita ingkar pada karunia nikmat-nikmatNya.

3. Selalu berusaha mengingat kematian.

Kematian bukanlah akhir segalanya. Justru kematian bagi hamba bertaqwa adalah awal kehidupan. Alam kekal tak berkesudahan. Bahagia atau sengsaranya, ditentukan oleh apa yang dilakukan saat hidup di dunia. Alam sementara ini.

Nah sobat, sekian dulu catatan sederhana tentang ikhtiar menggapai derajat taqwa. Derajat tertinggi seorang hamba yang telah terjaga aqidah dan akhlaknya. Wallaahu a'lam.

Terima kasih telah membaca dan wassalam.



_________________

Sumber utama : Resume materi Aqidah Akhlak (Ust.Hamim
                              Tohari) dalam Kajian Aqidah Akhlak, Selasa
                              30 Januari 2018, Masjid Al Barokah Sangatta
Pelengkap         : Berbagai sumber
Penulis              : Muhammad Aris Setiawan
Editor                : Agus P


Resiko Itu Dihadapi, Jangan Ditakuti

Suasana Pelatihan LPB Pabanet Sangatta
Pelatihan Basic Mentality dan Kewirausahaan LPB Pabanet Sangatta,
Yayasan Dharma Bhakti Astra & PT Pamapersada Nusantara KPCS


Tak perlu takut pada resiko. Apalagi takut yang terlalu. Karena sebenarnya semua rangkaian kegiatan dalam kehidupan dari bangun tidur sampai tidur lagi adalah rangkaian resiko juga. Resiko jangan ditakuti tetapi dihadapi. Ya. Resiko terkadang masih dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan terutama oleh para pengusaha baru.


produksispot.blogspot.com - Aura motivasi positif memadati atmosfir pelatihan Basic Mentality dan Kewirausahaan UMKM mitra LPB Pabanet Sangatta. Berlangsung dua hari dari tanggal 29-30 Januari 2018. Training singkat metode 14 jam ini berjalan lancar. Pesertapun antusias mengikuti seluruh materi yang diberikan.

Tampil sebagai trainer Bpk Agung Sungkowo dari Yayasan Dharma Bhakti Astra. Penuh semangat membagi berbagai ilmu seputar mental dasar kewirausahaan. Pelatihan semakin menarik karena juga dilengkapi simulasi, games dan sesi tanya jawab atau dialog.

Membuat perisai telur
Peserta semangat mengikuti sesi Games membuat perisai telur

Usah Gentar Dengan Resiko

Dalam salah satu materi tentang pembangunan mental wirausaha, Agung Sungkowo memaparkan tentang mind-set yang harus dibangun dalam menjalankan usaha. Seperti cara pandang pada faktor resiko. Kebanyakan pelaku usaha masih keliru memandangnya. Padahal menurutnya, resiko itu tidak perlu ditakuti. Tetapi harus dihadapi. Dalam arti, dihadapi dengan cara yang tepat.

Apakah ada hal didunia atau dalam kehidupan ini yang tidak mengandung resiko ? Tidak ada. Semua ada resikonya. Dicontohkan, bahkan tidurpun punya resiko. Seperti salah posisi tidur, durasi istirahat yang kurang dan lain-lain. Demikian pula dengan aktifitas seperti makan, minum, berkendara dan masih banyak lagi.

Antusias peserta pelatihan
Peserta antusias mengikuti materi instrukstur
Bpk Agung Sungkowo dari Yayasan Dharma Bhakti Astra

Oleh karena itu bagi yang baru memulai usaha. Atau bagi mereka yang mencoba tantangan baru. Jangan takut menghadapi resiko. Asalkan resiko itu dapat diukur atau terpetakan dengan baik. Jadi bukan asal mengambil resiko.

Dibagian lain juga dicontohkan prinsip seorang pebasket dunia Michael Jordan.  Dia kehilangan ribuan kali tembakan dan mengalami kekalahan ratusan kali pertandingan. Namun ia tidak pernah mengeluh. Tak menyerah. Dibarengi konsisten dan semangat berlatih akhirnya suksespun diraih. Justru semua pengalaman pahit itu membuatnya tertempa untuk menjadi semakin kuat.

Apakah UMKM itu hebat ?

Pelaku usaha UMKM juga banyak mendapat gambaran tentang keunggulan, tentang hebatnya UMKM. Seperti yang terjadi tahun 1998 kala krisis moneter yang melanda tidak saja Indonesia, tetapi juga dunia. Jatuhnya perekonomian Indonesia waktu itu sebagaimana negara lain, disinyalir mengalami terjun bebas. Namun "agak aneh" karena ternyata jatuhnya masih dapat di rem. Tertahan karena adanya penyangga yang kuat. Banyak pengamat menyatakan, UMKM lah akar penyangga itu. Salah satu penyelamat kejatuhan ekonomi.

Terbukti. UMKM itu hebat.

Foto bareng rekan LPB Pabanet Sangatta
Bersama rekan LPB Pabanet Sangatta saat rehat
Pelatihan akhirnya ditutup sore 30 Januari 2018, usai pemaparan materi terakhir oleh instruktur. Menutup secara resmi, CSR Head mewakili management PT Pamapersada Nusantara Distrik KPCS, Bpk. Abdul Syukur sebelum sesi foto bersama Instruktur, panitia dan seluruh peserta.

Demikian catatan singkat kegiatan Pelatihan Basic Mentality dan Kewirausahaan oleh Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pabanet Sangatta. Semoga tujuan pelatihan dapat tercapai. Mengawal, membantu mengembangkan usaha UMKM khususnya mitra LPB Pabanet. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi amal upaya kita semua. Aamiin ...

Tetap hebat dan sukses selalu.

Pelatihan Wirausaha, Bukti Cinta LPB Pabanet Sangatta

Berbincang di Ruang Tamu Kantor LBP Pabanet Sangatta
Koordinator LPB Pabanet, Bpk Hendra dan rekannya Canarais Andri PA,
saat berbincang dengan CSR Head PT Pama KPCS, Bpk Abdul Syukur di kantor LPB


Upaya Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Banua Etam (Pabanet) Sangatta dalam mengawal kemajuan UMKM mitra terus dijalankan. Salah satunya dengan mengadakan Pelatihan.


produksispot.blogspot.com - Ibarat sahabat karib, LPB Pabanet Sangatta selalu setia mendampingi dan mendukung upaya UMKM mitranya meraih keberhasilan. Berbagai program kembali disusun sebagai bentuk kepedulian dan andil nyata lembaga bentukan kerjasama PT Pamapersada Nusantara dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) ini.

Kali ini LPB Pabanet mengadakan pelatihan dasar mental wirausaha bagi UMKM mitra bertajuk "Pelatihan Basic Mentality & Kewirausahaan". Sesuai jadwal, berlangsung tanggal 29-30 Januari 2018 di kantor LPB Pabanet, Perum Griya Prima Lestari, Munthe, Sangatta Utara, Kutai Timur.

Persiapan pelatihan mental wirausaha UMKM

Dimotori oleh para instruktur berpengalaman YDBA, peserta adalah penggiat UMKM bidang Home Industry dan Perikanan sebanyak 26 orang. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini :

1. UMKM mitra mampu mengubah pola fikir yang selama ini mengharap bantuan menjadi UMKM yang mandiri.

2. UMKM mitra dapat menjadi UMKM modern, memiliki kompetensi wirausaha dan berkarakteristik wirausahawan sukses.

3. UMKM mitra LPB menjadi UMKM yang memiliki pola fikir menerima perubahan untuk maju.

Yang jelas, beruntung sekali bagi mitra LPB Pabanet yang berkesempatan ikut pelatihan ini. Bakal dapat banyak pengetahuan dan wawasan baru yang akan lebih menyegarkan semangat memajukan usaha.

Nah sobat, sekian dulu artikel singkat tentang kegiatan pelatihan LPB Pabanet untuk UMKM mitra sebagai satu bukti cinta yang tak ternilai harganya. Selamat mengikuti pelatihan bagi semua peserta.

Tak lupa juga sukses untuk LPB Pabanet dalam usahanya menjadi sahabat setia, pendamping terbaik UMKM mitra semua. Semoga tujuan agenda ini dapat tercapai demi kemajuan dan kebaikan bersama. Aamiin ...

Harta yang Sesungguhnya

Manakah harta kita sesungguhnya

Sebanyak apapun harta atau perbendaharaan sesungguhnya bukan milik kita. Semuanya hanya titipan. Semua semu dan sementara belaka. Lalu, adakah atau yang manakah harta kita sesungguhnya ?


produksispot.blogspot.com - Untuk mengantarkan kita menjawab pertanyaan di atas, kali ini Bloggin Up sajikan catatan intisari dari kegiatan Ta'lim rutin Kajian Tafsir oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Barokah, Mess Pama Bumi Etam Sangatta. Pada kesempatan tersebut kembali bersama narasumber Ustadz Hamim Tohari.

Berangkat dari firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 261-263 :

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (261)

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا مَنًّا وَلَآ أَذًىۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infaqkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (262)

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًىۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun. (263)

Jamaah Kajian Tafsir Masjid Al Barokah Pama KPCS

Intisari Tafsir :

Berinfaq itu layaknya menanam pohon dengan satu tunas. Tunas itu kemudian tumbuh menjadi satu pohon dengan 7 cabang tangkainya, kemudian setiap tangkai akan menghasilkan 100 buah.

Perawatan pohon yang baik mulai dari konsistensi penyiraman, pemilihan pupuk, tanah, dan intensitas cahaya akan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dihasilkan,

Begitu pula dalam berinfaq, motivasi dan niat kita berinfaq, cara berinfaq, menjaga infaq dengan membisu tanpa mengungkit dan mencela penerima. Itu semua sangat berpengaruh terhadap kualitas balasan yang kita terima, sempurna atau rusaknya pahala selalu mempunyai sebab.

Perkataan yang santun sesuai konteks budaya setempat dan ikhlas memberi maaf itu lebih indah daripada infaq yang diiringi dengan kata atau tindakan yang menyakitkan. Mungkin pada satu waktu ketika si penerima memberi feedback yang tidak baik, bahkan menyakiti kita karena menerima infak yang sedikit, maka hendaknya kita tetap sabar dan berusaha sekuat mungkin melupakannya. Karena memaafkan itu pada hakekatnya jauh lebih indah.

Sejatinya harta kita hanyalah apa yang sedang kita gunakan dan harta yang abadi yang sesungguhnya milik kita ialah harta yang kita infaqkan dijalan Allah Subhaanahu wata'aala. Wallaahu a'lam.

Sekian bahasan singkat ini semoga manfaat.Wassalam.

Kajian Tafsir DKM Al Barokah Pama KPCS


Sumber : DKM Al Barokah PAMA KPCS
                  (Ringkasan Kajian Tafsir tgl. 21 Januari 2018)
Foto       : DKM Al Barokah PAMA KPCS