Blog Itu Adalah Semangat Berbagi

Boy ans fly

Kalau punya waktu luang, sempatkan saja menulis. Publikasikan ke blog. Mungkin itu yang berlaku sekarang difikiran saya. Beda sama dulu. Mau nulis-menulis itu kerasa males banget. Tetapi setelah coba "nge-Blog" ternyata asyik juga. 


produksispot.blogspot.com - Padahal kuliah di Jurnalistik. Harusnya gemar menulis. Tapi entah kenapa setiap kali mau nulis selalu diserang penyakit "M" a.k.a Malas. Susah banget memfokuskan topik tulisan. Rasanya muter-muter. Makanya ngga heran kalau dikatakan "menulis" itu perlu keterampilan khusus disamping juga harus bermodal bakat.

Mungkin masalah kecenderungan yang agak beda. Kalau para jurnalis media cetak, sudah pasti gape banget yang namanya tulis-menulis. Sementara saya sendiri sadar kecenderungan pribadi ke jurnalistik radio. Ya Alhamdulillaah bisalah sedikit membuat script-writer spot radio. Pernah juga sebentar jadi penulis  berita "straight-news" untuk koran. Tetapi memang sejauh pengalaman saya yang sangat terbatas ini sepertinya menulis berita singkat seperti itu jauh lebih simpel dari nulis artikel.

Tak berhenti untuk terus belajar
Bloggin Up - Semangat Berbagi
Tetapi ya sudahlah yang dulu biarlah berlalu. Jauh lebih penting, menjalani apa yang sekarang ada saja. Dulu sempat coba membuat blog pertama kali tahun 2010 (thanks to blogger-google yang sudah mencantumkan tahun pertama blog saya. Jadi ingat deh kapan pertama ngeblognya. Hehe... ) Walau itupun cuman baru sekedar bikin judul blognya doang. Ngga sempat ngup-date. Jadi isinya ya begitulah.

Sekarang keinginan nulis artikel (sambil terus belajar) lebih kuat. Jadinya  ya dengan nge-blog ini. Tapi serius beneran ngga sih ? hihi... Pokoknya berusaha membagi pengalaman apa sajalah yang kira-kira bisa manfaat buat orang lain. Istilah saya langsung di "Bloggin Up" saja.

Bagi saya pribadi cukup lakukan yang terbaik. Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar. Sudah. Selebihnya saya serahkan padaNya. Keinginan saya menulis untuk memanfaatkan fasilitas blogger dengan sebaik-baiknya. Mengikuti norma bagaimana nge-blog yang baik, isi dengan tulisan orisinil, kemukakan dengan jelas dan niat yang lurus supaya berfaedah. Semoga.

Oh ya satu lagi yang penting, selalu positif thinking. Tetap optimis ngga pake pesimis. Semangat untuk bisa memberi, bukan menerima. Akuuurr....

Tetap semangat sahabat semua. Sekian dulu artikel sederhana Blog Itu Adalah Semangat Berbagi ini. Have a nice blogging. :)

Pictured by : Bernal Saborio



Cara Saving File Audio di Cool Edit Pro

Hal penting lainnya dalam rangkaian proses editing adalah penyimpanan atau saving file. Ini adalah tahap penutup proses kerja yang turut menentukan. Kenali caranya supaya kualitas file audio yang dibuat tetap "aman".



produksispot.blogspot.com - File suara sudah disetting bagus, tapi tiba-tiba waktu mau dipake lagi, eh keluarnya koq malah jadi seperti suara file kompresan. Iya kalau narasi pendek, gampang kalau memang harus take ulang. La kalau bentuknya dialog yang lumayan panjang dan melibatkan banyak orang waktu rekamannya ? Wah wah ... mending simpan aj dah dulu tu malu baik-baik, ketimbang nekat minta para pengisi suara ngumpul lagi buat rekaman ulang. ~ Uhuk...uhukk...

Ternyata lumayan repot ya. Padahal cuman masalah saving file. Nah sekedar berbagi cara saving nih buat sahabat.

Setelah proses rekaman selesai perhatikan cara menyimpan file audio sahabat khususnya file tunggal dibilah Single Wave.

- Klik tab File dipojok kiri atas, klik Save As, lalu akan muncul papan pilihan setting seperti gambar berikut :

Option saving file
Papan setting Save As dibilah Single Wave Cool Edit Pro

- Tentukan directory / folder penyimpanan (dalam lingkaran kiri atas).

- Tentukan jenis file audio sahabat. Bisa wav,mp3, dll, sesuai kebutuhan (dalam lingkaran kiri bawah).

- Nah selanjutnya adalah tahap krusial. Upayakan selalu jangan lupa mengecek ukuran Bitrate dan Sampel Rate file audionya. Klik di tab Option bagian kanan bawah layer single wave (dalam lingkaran kanan bawah).

- Setelah tab option itu diklik, maka akan muncul lagi papan pilihan setting Bitrate, Sample Rate dan jalur audio (stereo/mono). Seperti pada penampakan berikut :


Pilihan bitrate
Papan pilihan setting di tombol Option file audio Cool Edit Pro



- Pada contoh ini penulis memilih jenis file mp3 dengan setting Bitrate : 128 Kbps, Sample Rate : 44.100 hz dan jalur : stereo. Ini adalah nilai standart yang biasanya digunakan dalam broadcasting.

- Terakhir, kalau sahabat sudah pilih settingnya, baru klik OK.

Maka jadilah file audio yang "aman". File sudah tersimpan sebagai file dengan standart kualitas suara seperti yang diinginkan, tanpa khawatir akan berubah kualitasnya saat akan dibuka kembali.

Sekian dulu sharing sederhana kali ini tentang Cara Saving File Audio di Cool Edit Pro. Semoga bermanfaat membantu sahabat yang memerlukan.

Mohon maaf atas kekurangan terutama dalam cara penyajian artikel sederhana ini.

Sukses selalu dan Wassalam


Cara Merekam Suara di Cool Edit Pro Agar Lebih Maksimal

Selain memahami cara pengoperasian, seorang operator Bagian Produksi juga harus memiliki ketelitian, kepekaan dan sabar menjalankan tahap demi tahap pekerjaanya. Ngga boleh "grasak-grusuk". Telaten itu bagus supaya hasil kerja memuaskan. Berikut ini langkah persiapan agar hasil rekaman vocal menjadi lebih maksimal.


produksispot.blogspot.com - Ada beberapa prinsip mendasar yang tidak jarang disepelekan oleh operator saat tahap perekaman suara atau take vocal. Jika kurang teliti, tidak jarang setelah rekaman ternyata hasilnya kurang bersih. Suaranya ber-noice (suara mendesis) atau juga kadang brooming (seperti suara mendengung). Cara mengantisipasinya cukup sederhana.


Pertama : Pastikan instalasi perangkat seperti mixer, kabel, mic ke unit komputer telah terpasang atau terhubung dengan semestinya. Jika ada hal yang tidak beres, jangan ragu untuk segera diperbaiki. Baik tidaknya instalasi peralatan ikut mempengaruhi. Tidak saja pada kualitas suara hasil editing, tetapi juga pada proses kerja software.


Kedua : Kalau dari sisi instalasi hardware semua OK, kita mulai masuk ke basic operating software. Pastikan saat pertama membuka bilah Single Wave sahabat memilih setting resolusi dan sample rate yang sesuai. Misalnya untuk standart kualitas audio broadcast dengan setting sample rate 44.100 keatas dengan resolusi 16 atau 32 bit. Sedangkan kalau jalur suaranya, relatif. Boleh mono atau stereo.


Pilihan nilai mode
Papan pilihan setting di bilah Single Wave

Ketiga : Lakukan tes atau simulasi apakah track perekaman di 
bilah Single Wave ini sudah benar-benar clear dari gangguan noice atau brooming (dengung). Caranya, klik saja tombol record di transport bottom yang ada di pojok kiri bawah. Biarkan jalan secara vacum beberapa detik. Lalu stop kan. Setelah itu perhatikan layar perekaman.


Perbandingan sebelum record
Gambar garis tengah (ujung tanda panah) di layar single wave yang mulus/ready (conteng) dan yang mengandung noice mengganggu/not ready (silang).


Kalau garis tengah layar single wave ini tetap mulus berarti jalur sudah aman dari interupsi noice (ready). Ini artinya, vocal yang akan direkam nanti akan bersih hasilnya. Tetapi jika garis tengah pada layar perekaman berubah menjadi sedikit membesar atau menggelombang, maka berarti ada sinyal suara yang tidak diinginkan telah ikut terekam (not ready). Itulah sumber noice yang akan menurunkan kualitas kejernihan hasil rekaman vocal nantinya. Sedikit menambah penjelasan ini boleh simak video tutorialnya di sini.

Segera cari tau apa penyebabnya dan atasi dengan cara coba cek ulang instalasi hardware. Diantaranya :

- Apakah ada kabel yang cacat atau terkelupas.
- Mungkin ada jek / port pada mic atau mixer yang longgar
- Setting output volume dari fader mixer atau dari master volumenya kebesaran.

Cara lain bisa juga dengan memastikan ulang setting volume jalur input di sistem audio komputer. Bisa jadi juga terlalu besar, dll. Lebih jelasnya silahkan simak video tutorialnya di sini.

Ok deh sekian dulu bahasan singkat Cara Merekam Suara di Cool Edit Pro Agar Lebih Maksimal ini. Semoga bermanfaat.

Wassalam