Penyebab Vixion Mogok

Kabel ECU
Kabel di pangkal Electronic Control Unit (ECU) Vixion

Bolak-balik bersimbah keringat,senam engkol. Nyetarter Vixi nga mau hidup. Bingung juga apanya yang rusak ? Udah pake engkol (maksudnya buat menghemat aki), masih juga ngga mau "mengaum". Hadeeuuh... Setelah diperiksa om mekanik di dealer, ooalah, ternyata kabel ECU-nya ada yang kurang beres. Hmm....


produksispot.blogspot.com - Yah begitulah karena "buta" sama masalah mesin, jadi repot (baca : mandi keringat) waktu motor mogok pas ditengah perjalanan. Udah gitu panasnya, puooolll. Dibawah matahari yang menggarang di jam 1 siang ! Hoho... tabahkan hatimu nak.

Plengak-plengok, samping kiri kanan ngga ada tempat teduh. Mau digeret buat nyari tempat ? Aha. Sungguh "bad idea". Baru bergeser 100 meteran aja dari titik "break-down", nafas sudah mulai ngos-ngosan. Pokoknya sudahlah, nyerah ah. Ngga sanggup. Hiks... Lengkaplah penderitaan satu paket dengan "kelebusnya" baju celana yang sudah tinggal minta langsung dilempar ke mesin cuci.

Singkat cerita akhirnya berhasil juga tiba di dealer dengan selamat sentosa. Karena apa ? Berkat sedikit pulsa yang masih tersisa di hp, akhirnya masih bisa mengirim pesan S.O.S. Adikku tercintahpun datang membantu. Jadilah saya dan tunggangan bisa dengan mulus meluncur kembali menyusur jalan. Bahkan kali ini tanpa menghidupkan mesin ! Wow, aku tercengang !! Alias ditarik dengan tali tapi. Sungguh pengalaman pertama yang tak terlupakan. Wkwk ....

Haaaa, legaaaa. Sembriwing angin sepoi-sepoi sejuk terasa. Secara, bajukan emang lagi basah. Tambah suueejuk rasanya. Masalah ntar jadi masuk angin, jadi nomor sekianlah. Yang penting "mission-accomplish" dululah untuk bisa mencapai target. Dealer.

Masuk antrian. Nunggu bentar, akhirnya tiba giliran. Si Vixi pun mulai di observasi. Om mekanik tampak serius memeriksa satu persatu bagian mesin. Pake laptop segala lagi. Sesudah itu, mesin coba dihidupin. Tetapi apa boleh buat, kayanya Vixi belum pulih. Ketahuan koq dari suaranya. Waktu tes digas masih kedengaran seperti ngendat-ngendat gitu di putaran atasnya. Akhirnya om mekanik nawarin saya. Katanya harus di servis injeksi. Ya sudah. Saya iya in.

Santai nunggu-nunggu, eh tidak terasa ternyata sudah kurang lebih 2 jam berlalu. "Gimana mas ?" tanya saya. Sang mekanik sambil ngelap tangannya bilang, sepertinya saya diharuskan mengganti beberapa komponen yang sudah menurun performanya. Jadilah busi, saringan udara/filter sampai akipun diganti baru. Ya kisaran biaya lumayan. Antara 200-400 ribu rupiah (beli sparepart itu tadi plus service injeksi).

Saya fikir sih, setelah komponen-komponen itu dipasang, pasti beres. Eh nyatanya, meleset saudara-saudara. Vixi tetap batuk (meskipun dikit-dikit batuknya). Bahkan sesekali mesin masih ngga mau hidup waktu dikontak. Wah wah. Jangankan saya, om mekaniknya aja keliatan semput bingung tuh. Ada apa gerangan sebenarnya dengan si Vixi.

Nah, akhirnya tibalah saat-saat yang menentukan itu. Setelah sebelumnya sempat juga keluar beberapa opsi yang serem-serem dari om mekanik demi kesembuhan Vixi. Mulai dari kuras tangki sampai ganti injektor. Ala mak ! Tapi ngga lah. Dalam hati saya optimis saja, mudah-mudahan perkiraan kerusakannya ngga sampai segitu parah. Meskipun "ketab-ketub" juga sih. Hihi... So, ngga seberapa lama kemudian. Pas di re-cek terakhir, muncul titik terang. Di bagian sayap kanan di bawah jok. Ya, tepat di ujung komponen yang disebut Electronic Control Unit atau ECU berada. Disitu ada soket untuk beberapa buah kabel. "Bingo". Ternyata salah satu kabelnya yang terbungkus isolasi itu ada yang longgar. Oooooh, jadi ini to gara-garanya. Ting toonggg...

By the way, ECU itu apaan sih ? Kata om mekanik, ECU itu adalah ibarat otak dalam tubuh manusia. Dia bertugas mengatur dan mengirimkan sinyal untuk dikerjakan komponen yang lain. Bisa dibilang ECU inilah otak motor injeksi. Seperti penyemburan bahan bakar ke ruang bakar yang dilakukan oleh Injektor. Perintahnya ya berasal dari ECU ini sesuai input data dari komponen sensor bukaan gas yang disebut Throttle Position Sensor (TPS).

ECU orisinil
Electronic Control Unit (ECU) "Otaknya" motor Injeksi
Melihat fungsinya yang sangat vital, ECU harus benar-benar diperhatikan lo. Dia adalah barang sensitif. Rawan kalau diotak-atik. Dia juga harus steril dari berbagai potensi gangguan. Seperti cipratan air atau bentuk-bentuk kontak langsung yang tidak semestinya. Tak hanya unitnya saja. Kabel mengkabel yang terhubung di ECU juga harus dipastikan tetap baik.

Iya dah om mekanik. Terima kasih banyak. Penjelasannya jadi nambah ilmu juga. Dapat pengalaman kecil nih supaya lebih perhatian sama komponen-komponen mesin. Oalah, jadi kesimpulannya, penyebab Vixi mogok cuman gara-gara kabel ? Prikitiew... Ngga nyangka, sepenting itu ternyata masalah peng-kabelan pada sistem motor injeksi. Tapi ya mesti tetap bersyukur dong. Paling tidak karena telah berhasil mengungkap misteri dibalik "ngambeknya" si Vixi. Jadi lebih untung juga. Ngga jadi ngeluarin biaya tambahan lagi buat beli Injektor baru atau nguras tangki ? Iya kan. :)

Oke deh sahabat, sekian dulu sedikit cerita pengalaman di artikel berjudul Ini Salah Satu Penyebab Vixion Mogok ini. Mungkin bisa sedikit menambah referensi kalau pas nemu kasus yang sama. Siapa tahu bisa membantu. Mohon maaf kurang lebihnya dan Keep Safety Riding ya. Ohya jangan lupa, pastikan pemeriksaan kerusakan kendaraan kesayangan hanya pada bengkel atau dealer resmi supaya lebih terjamin perbaikan dan perawatannya. Okey ?

Terima kasih dan Wassalam.


No comments:

Post a Comment