Perbedaan Penyiar, Announcer, Presenter, MC, Moderator dan Pembawa Acara

Perbedaan public speaker
Public Speaker


Istilah-istilah sebutan seperti penyiar, announcer, presenter, pembawa acara, moderator atau MC, tentu sering kita dengar. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian yang secara umum dapat dikatakan masuk dalam kategori sebagai Public Speaker. Sebagian praktisi memberikan batasan perbedaan diantara beberapa bidang keahlian itu. Apa saja ? Mari kita simak uraian singkatnya.


produksispot.blogspot.com - Supaya lebih jelas pada artikel kali ini Bloggin Up ikut bagikan sekilas info tentang perbedaan diantara beberapa jenis keahlian Public Speaker.

Penyiar, Announcer, Presenter, MC (Master of Ceremony), dan Pembawa Acara (PA) merupakan profesi yang membutuhkan keterampilan (skill) public speaking. Mereka sama-sama public speaker, pembicara publik atau orang yang berbicara kepada orang banyak.

Berikut ini penjelasan masing-masing profesi sekaligus perbedaan antara Penyiar, Announcer, Presenter, MC (Master of Ceremony), dan Pembawa Acara (PA).

Penyiar

Disebut juga Radio Announcer, Radio Host, Radio Personality, atau Radio DJ (Disk Jockey), yaitu orang yang memandu atau membawakan sebuah acara (program) siaran radio, misalnya siaran berita, siaran musik, siaran talkshow, dan sebagainya. Penyiar memang tidak berhadapan langsung dengan pendengarnya, namun hakikatnya ia Public Speaker juga karena berbicara kepada orang banyak (publik) yakni para pendengar.

Announcer

Terjemahan "resmi" announcer memang penyiar radio (radio announcer), namun ada satu profesi yang khusus disebut announcer, tapi bukan penyiar, yaitu orang yang bertugas mengumumkan (to announce) beragam informasi di sebuah "audio land" supermarket, pameran, bazar atau pemandu di arena balapan. Orang yang mengumumkan petinju atau pegulat yang akan bertarung juga disebut announcer.

Presenter

Di Indonesia identik dengan penyiar televisi (TV Presenter). Penyiar radio juga disebut presenter, yaitu Radio Presenter. Tugasnya "menyajikan/menghadirkan" (to present) sebuah acara (program siaran).

Presenter TV yaitu orang yang membawakan, memandu, atau menyajikan sebuah acara televisi, seperti program berita (news presenter/penyaji berita), acara musik, talkshow, quiz, dan sebagainya.

Orang yang mempresentasikan suatu materi presentasi juga bisa disebut presenter, namun tidak lazim disebut demikian. Yang lazim disebut "pemateri" atau "pembicara" saja.

MC (Emsi)

Singkatan dari Master of Ceremony. Disebut juga Pemandu Acara atau Pembawa Acara (PA). Sebutan MC lebih ditujukan bagi pemandu acara-acara informal, seperti acara hiburan (misalnya konser musik), perayaan ulang tahun, resepsi pernikahan, dan sebagainya.

Peran MC dalam sebuah acara antara lain membuka dan menutup acara, mengumumkan susunan acara dan para pembicara atau pengisi acara, mengenalkan pembicara/ pengisi acara, termasuk membangkitkan antusiasme hadirin, dan sebagainya.

Pembawa Acara (PA)

Disingkat PA. Disebut juga "Pewarah", yaitu pemandu sebuah acara formal-seremonial. Tugasnya sama dengan MC, namun diacara seremonial atau acara formal instansi.

Moderator

Moderator adalah orang yang memimpin, mengatur, dan memandu jalannya diskusi, dialog, debat, seminar, workshop, atau lokakarya. Ia menjadi "penengah" dan mengatur lalu-lintas pembicaraan.

Public Speaker

Semua profesi di atas masuk dalam kategori Public Speaker, pembicara publik, dengan keterampilan utama Public Speaking. Namun, Public Speaker lebih dimaknai sebagai "orang yang menjadi pembicara di berbagai forum pengajian, pelatihan, seminar, dan sebagainya".

Yang tergolong profesi Public Speaker adalah penceramah, seperti ceramah agama, ceramah ilmiah, ceramah bidang keilmuan tertentu, termasuk trainer, motivator, atau pemateri sebuah pelatihan.

Seorang Public Speaker biasanya mempunyai keahlian di bidang tertentu, seperti ilmu agama (ulama/kyai/da'i), ilmu ekonomi (ekonom, pengamat ekonomi), ilmu politik (politisi, pengamat politik) dan sebagainya.

Sekian dulu sahabat artikel kali ini, semoga bermanfaat. Sukses selalu dan Wassalam.

Sumber : 
Buku Kiat Memandu Acara: Teknik MC dan Moderator. Karya ASM. Romli. Penerbit Nuansa, Kompleks Sukup Baru 23 Ujungberung Bandung.
Sebagaimana dikutib oleh : 
Rakhman Halim, S.Pd, M.Pd.
Guru Bahasa Inggris dan Pembina Ekskul Radio FM, SMPN 7 Bontang - Kaltim.


10 Tips Praktis Saat Bepergian

10 Tips praktis traveling
 Ilustrasi : flickr

Horeee ... akhir pekan tiba. Waktu yang pas kalau ingin bepergian. Tapi et, perhatikan juga dong beberapa hal penting sebelum kita melakukan perjalanan. Biar tetap happy. Jangan sampai berakhir sedih. Ya ngga ? Nah, supaya tetap aman dan selamat menikmati liburan hingga kembali pulang, ada baiknya kita perhatikan beberapa tips praktisnya. Mau tahu ?


produksispot.blogspot.com - Melakukan perjalanan liburan seharusnya menyenangkan, membahagiakan. Dari awal sampai akhir. Dari meninggalkan rumah hingga pulang ke rumah lagi.

Hal-hal yang umumnya kita lakukan saat akan bepergian jangan lupa :

1. Memastikan rumah aman.

Cek seksama keadaan rumah sebelum ditinggalkan. Seperti, kompor, aliran listrik, air, atau perabot elektronik yang ada. Lepaskan kabel listriknya dari outlet. Jangan sampai ada yang masih aktif sia-sia. Mubazir masa pakai alat dan listriknya. Lampu yang menyala diruangan juga sebaiknya dimatikan saja. Biar hemat.

2. Cek tools

Peralatan umum untuk kendaraan seperti kunci atau obeng-mengobeng, termasuk ban serep perlu diperhatikan dulu kondisinya sebelum menempuh perjalanan.

3. BERDO'A

Kalau semua sudah siap, barang-barang bawaan juga oke, waktunya naik kendaraan dan waktunya berdoa.

4. Jangan lupa gunakan sabuk pengaman.

Pake mobil, jangan lupa klik dulu. Entah apa yang akan dialami, relatif aman atau berbahaya, yang penting sedia "klik" sebelum "klok" (suara pala atau jidat  kebentus).

5. Tahan selfie-selfie atau halo-haloan.

Menjaga konsentrasi sangat penting selama mengemudi. Tahan dulu mau foto2 didepan stir atau menjawab telpon. Minta tolong saja pada yang ada disebelah kan lebih aman.

6. Alokasikan waktu lebih.

Sebaiknya jangan melakukan perjalanan jarak jauh dalam keadaan terburu-buru. Mau apapun yang terjadi, jarak tetap tak akan bisa berubah. Jadi kalau mau lebih aman, patok saja waktu ekstra. Jadi meski nanti dijalan ada hal-hal yang menghambat, target waktu sampai ditujuan tetap bisa dipenuhi,

7. Jangan paksa diri kalau lelah.

Mengemudi kendaraan dalam keadaan lelah, akan sangat berbahaya. Baiknya ambillah waktu jeda untuk rehat sejenak. Menurut banyak penelitian, paling tidak pengemudi itu harus beristirahat sekitar setengah jam, setiap 3 jam perjalanan.

8. Tambah kewaspadaan saat hujan.

Saat hujan, jalan jadi licin. Banyak keadaan mendadak yang seyogyanya dapat dikendalikan saat keadaan normal, belum tentu waktu jalan licin karena hujan. Perlambat laju kendaraan, is a safety way guys ...

9. Perhatikan rambu.

Rambu adalah alat pengaman. Jadi pasang mata lebar-lebar untuk rambu jalan yang terpasang. Jangan anggap remeh. Karena rambu itu sebenarnya adalah peringatan. Selain petunjuk rambu liak-liuk jalan biasanya juga ada petunjuk batas kecepatan. Ikuti saja semuanya dengan ikhlas, Insya Allah keselamatan lebih terjamin.

10. Ucap syukur setelah tiba 

Ucap syukur tidak lupa kita hadirkan dalam hati dan lisan setibanya ditempat tujuan maupun saat bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat. Semua usaha kita tidak akan berarti jika tidak dengan izin dan perlindunganNya. Alhamdulillaah.

Sekian dulu beberapa tips praktis, meski sederhana moga bermanfaat. Have a nice travelling.

Wassalam



Keuntungan Jadi Orang Lugu

Untungnya lugu
Lugu ? Saya mau.


Manusia dengan karakter, kekhasan sifat masing-masing. Ada yang suka humor, ada yang pendiam. Ada yang enak diajak ngobrol ada yang kaku. Ada yang polos atau lugu, ada yang suka bohong. Pokoknya macam-macamlah tipikal kepribadian. Dari sekian banyak sifat itu, mana yang kira-kira lebih beruntung ?


produksispot.blogspot.com - Mungkin kita berfikir, bahwa orang yang paling beruntung itu adalah yang humoris. Karena dia jadi punya banyak teman. Dengan banyaknya teman berarti membuka peluang. Apalagi yang berbisnis. Banyak teman berarti banyak relasi. Banyak relasi berarti membuka peluang untuk mengembangkan usaha.

Atau mungkin juga sahabat ada dipihak yang menganggap bahwa orang yang beruntung adalah yang pendiam. Apa sebab ? Sebab orang pendiam itu lebih banyak kerjanya. Dia cenderung akan menghabiskan tenaga dan waktunya dengan berbuat, bukan berbicara. Dengan giat bekerja, produktifitas meningkat. Suksespun jadi lebih mudah diraih.

Memang masing-masing kita pasti punya anggapan sendiri tentang mana karakter yang lebih menguntungkan. Lebih mendatangkan kebaikan. Tidak saja kini, tapi juga nanti. Yang jelas kalau yang positif kita miliki, bersyukur. Sedangkan yang negatifnya, ayo benahi.
Mau bawaan yang gimana saja, pasti tetap ada plus-minusnya. Kan ngga ada manusia yang sempurna.

Penulis juga punya pendapat ni. Yang paling untung itu yang lugu. Karena :

1. Tidak Haus Pujian

Orang lugu itu ngga pusing dengan anggapan orang lain terhadapnya. Mau dinilai baik ya syukur, mau dikatain tidak baik ya juga nerima. Sebab orang lugu itu tidak suka pamer kelakuan, supaya orang lain memuji dan menyanjungnya.

2. Lebih Mudah Berubah Menjadi Lebih Baik

Sosok lugu itu transparan, apa adanya. Masalah nanti dia tahu bahwa ternyata apa yang dilakukannya itu keliru, baik karena kesadaran diri sendiri maupun berdasarkan masukan orang lain, toh itu berarti satu tanda kebaikan. Mendapatkan semangat untuk memperbaiki diri adalah hal yang sangat berharga lo. Lagipula justru dengan keluguan, kepolosannya itu biasanya malah lebih mempermudah datangnya saran atau masukan konstruktif.

3. Tulus Berbuat

Orang yang lugu itu lebih terpelihara dari keinginan berlebihan mendapatkan imbalan atas setiap apa yang dilakukannya. Memperoleh imbalan pada akhirnya, tidak lebih penting daripada bagaimana agar apa yang menjadi tanggungjawabnya bisa lebih dulu dikerjakan dengan baik. Dia yakin, yang namanya rezki, imbalan, sudah ada yang menentukan. Kalau memang ada, pastilah tidak akan luput. Iapun menyadari bahwa karunia dan rezki tidak harus sesuai dengan apa yang diinginkan. Karena Tuhan maha tahu karunia apa yang sebenarnya lebih dibutuhkan demi kebaikan dirinya.

Sahabat, ternyata enak ya jadi orang lugu itu. Jadi mari kita lugu bersama. Anda mau ?

Sekian dulu dan sukses selalu. Wassalam