Mau Menyiar Bagus, Kuasai Musical Touch

Mau Nyiar Bagus, Kuasai Musical Touch
Musical Touch

Musical Touch merupakan salah satu kunci sukses seorang radio announcer. Untuk mengasahnya diperlukan beberapa kiat khusus. Dengan penguasaan musical touch yang baik, seorang penyiar akan mampu lebih "menyenangkan" pendengarnya.


produksispot.blogspot.com - Diperlukan keuletan dan tak kenal kata bosan atau untuk terus belajar bagi seorang announcer. Musical touch atau feeling music terbentuk perlahan, bagai seorang anak belajar bahasa ibu, maka kemampuan musical touch sebagai akuisisi sebuah bahasa perlu banyak penguasaan referensi musik, mengenal genre musik, pengelompokkan dan sejarah musik itu sendiri.

Seorang penyiar secara refleks sudah faham dengan mendengar sebuah rekaman musik genre dari lagu yang diputar misalnya pop, jazz, rock atau blues. Namun pengkategorian atau genre musik saat ini semakin dinamis, sehingga tak jarang dalam satu album yang dirilis musisi kita jumpai berbagai genre dengan rentang yang lebar berbeda satu lagu dengan yang lain atau malah perpaduan tipis di antara beberapa genre dalam sebuah lagu.

Hal itu merupakan kewajaran mengingat saat ini semakin maju, canggih, industri musik, dan semakin kreatifnya musisi atau artis musik dalam meramu lagu, single atau musik yang mereka mainkan atau rilis. Sehingga semakin tipis batasan-batasan genre musik atau malah lahirnya genre baru yang belum pernah ada sebelumnya, karena faktor; kreatifitas, teknologi, trend, atau unsur dinamis dari musisi itu sendiri.

Maka satu hal yang menjadi kunci seorang announcer radio khususnya dalam mengasah musical touch adalah belajar, diskusi, referensi dan mendengar musik lebih banyak.

Penulis :
Rakhman Halim S.Pd, M.Pd, Guru Bahasa Inggris dan Pembina Ekskul Radio FM SMPN 7 Bontang - Kaltim 


Perbedaan Penyiar, Announcer, Presenter, MC, Moderator dan Pembawa Acara

Perbedaan public speaker
Public Speaker


Istilah-istilah sebutan seperti penyiar, announcer, presenter, pembawa acara, moderator atau MC, tentu sering kita dengar. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian yang secara umum dapat dikatakan masuk dalam kategori sebagai Public Speaker. Sebagian praktisi memberikan batasan perbedaan diantara beberapa bidang keahlian itu. Apa saja ? Mari kita simak uraian singkatnya.


produksispot.blogspot.com - Supaya lebih jelas pada artikel kali ini Bloggin Up ikut bagikan sekilas info tentang perbedaan diantara beberapa jenis keahlian Public Speaker.

Penyiar, Announcer, Presenter, MC (Master of Ceremony), dan Pembawa Acara (PA) merupakan profesi yang membutuhkan keterampilan (skill) public speaking. Mereka sama-sama public speaker, pembicara publik atau orang yang berbicara kepada orang banyak.

Berikut ini penjelasan masing-masing profesi sekaligus perbedaan antara Penyiar, Announcer, Presenter, MC (Master of Ceremony), dan Pembawa Acara (PA).

Penyiar

Disebut juga Radio Announcer, Radio Host, Radio Personality, atau Radio DJ (Disk Jockey), yaitu orang yang memandu atau membawakan sebuah acara (program) siaran radio, misalnya siaran berita, siaran musik, siaran talkshow, dan sebagainya. Penyiar memang tidak berhadapan langsung dengan pendengarnya, namun hakikatnya ia Public Speaker juga karena berbicara kepada orang banyak (publik) yakni para pendengar.

Announcer

Terjemahan "resmi" announcer memang penyiar radio (radio announcer), namun ada satu profesi yang khusus disebut announcer, tapi bukan penyiar, yaitu orang yang bertugas mengumumkan (to announce) beragam informasi di sebuah "audio land" supermarket, pameran, bazar atau pemandu di arena balapan. Orang yang mengumumkan petinju atau pegulat yang akan bertarung juga disebut announcer.

Presenter

Di Indonesia identik dengan penyiar televisi (TV Presenter). Penyiar radio juga disebut presenter, yaitu Radio Presenter. Tugasnya "menyajikan/menghadirkan" (to present) sebuah acara (program siaran).

Presenter TV yaitu orang yang membawakan, memandu, atau menyajikan sebuah acara televisi, seperti program berita (news presenter/penyaji berita), acara musik, talkshow, quiz, dan sebagainya.

Orang yang mempresentasikan suatu materi presentasi juga bisa disebut presenter, namun tidak lazim disebut demikian. Yang lazim disebut "pemateri" atau "pembicara" saja.

MC (Emsi)

Singkatan dari Master of Ceremony. Disebut juga Pemandu Acara atau Pembawa Acara (PA). Sebutan MC lebih ditujukan bagi pemandu acara-acara informal, seperti acara hiburan (misalnya konser musik), perayaan ulang tahun, resepsi pernikahan, dan sebagainya.

Peran MC dalam sebuah acara antara lain membuka dan menutup acara, mengumumkan susunan acara dan para pembicara atau pengisi acara, mengenalkan pembicara/ pengisi acara, termasuk membangkitkan antusiasme hadirin, dan sebagainya.

Pembawa Acara (PA)

Disingkat PA. Disebut juga "Pewarah", yaitu pemandu sebuah acara formal-seremonial. Tugasnya sama dengan MC, namun diacara seremonial atau acara formal instansi.

Moderator

Moderator adalah orang yang memimpin, mengatur, dan memandu jalannya diskusi, dialog, debat, seminar, workshop, atau lokakarya. Ia menjadi "penengah" dan mengatur lalu-lintas pembicaraan.

Public Speaker

Semua profesi di atas masuk dalam kategori Public Speaker, pembicara publik, dengan keterampilan utama Public Speaking. Namun, Public Speaker lebih dimaknai sebagai "orang yang menjadi pembicara di berbagai forum pengajian, pelatihan, seminar, dan sebagainya".

Yang tergolong profesi Public Speaker adalah penceramah, seperti ceramah agama, ceramah ilmiah, ceramah bidang keilmuan tertentu, termasuk trainer, motivator, atau pemateri sebuah pelatihan.

Seorang Public Speaker biasanya mempunyai keahlian di bidang tertentu, seperti ilmu agama (ulama/kyai/da'i), ilmu ekonomi (ekonom, pengamat ekonomi), ilmu politik (politisi, pengamat politik) dan sebagainya.

Sekian dulu sahabat artikel kali ini, semoga bermanfaat. Sukses selalu dan Wassalam.

Sumber : 
Buku Kiat Memandu Acara: Teknik MC dan Moderator. Karya ASM. Romli. Penerbit Nuansa, Kompleks Sukup Baru 23 Ujungberung Bandung.
Sebagaimana dikutib oleh : 
Rakhman Halim, S.Pd, M.Pd.
Guru Bahasa Inggris dan Pembina Ekskul Radio FM, SMPN 7 Bontang - Kaltim.


10 Tips Praktis Saat Bepergian

10 Tips praktis traveling
 Ilustrasi : flickr

Horeee ... akhir pekan tiba. Waktu yang pas kalau ingin bepergian. Tapi et, perhatikan juga dong beberapa hal penting sebelum kita melakukan perjalanan. Biar tetap happy. Jangan sampai berakhir sedih. Ya ngga ? Nah, supaya tetap aman dan selamat menikmati liburan hingga kembali pulang, ada baiknya kita perhatikan beberapa tips praktisnya. Mau tahu ?


produksispot.blogspot.com - Melakukan perjalanan liburan seharusnya menyenangkan, membahagiakan. Dari awal sampai akhir. Dari meninggalkan rumah hingga pulang ke rumah lagi.

Hal-hal yang umumnya kita lakukan saat akan bepergian jangan lupa :

1. Memastikan rumah aman.

Cek seksama keadaan rumah sebelum ditinggalkan. Seperti, kompor, aliran listrik, air, atau perabot elektronik yang ada. Lepaskan kabel listriknya dari outlet. Jangan sampai ada yang masih aktif sia-sia. Mubazir masa pakai alat dan listriknya. Lampu yang menyala diruangan juga sebaiknya dimatikan saja. Biar hemat.

2. Cek tools

Peralatan umum untuk kendaraan seperti kunci atau obeng-mengobeng, termasuk ban serep perlu diperhatikan dulu kondisinya sebelum menempuh perjalanan.

3. BERDO'A

Kalau semua sudah siap, barang-barang bawaan juga oke, waktunya naik kendaraan dan waktunya berdoa.

4. Jangan lupa gunakan sabuk pengaman.

Pake mobil, jangan lupa klik dulu. Entah apa yang akan dialami, relatif aman atau berbahaya, yang penting sedia "klik" sebelum "klok" (suara pala atau jidat  kebentus).

5. Tahan selfie-selfie atau halo-haloan.

Menjaga konsentrasi sangat penting selama mengemudi. Tahan dulu mau foto2 didepan stir atau menjawab telpon. Minta tolong saja pada yang ada disebelah kan lebih aman.

6. Alokasikan waktu lebih.

Sebaiknya jangan melakukan perjalanan jarak jauh dalam keadaan terburu-buru. Mau apapun yang terjadi, jarak tetap tak akan bisa berubah. Jadi kalau mau lebih aman, patok saja waktu ekstra. Jadi meski nanti dijalan ada hal-hal yang menghambat, target waktu sampai ditujuan tetap bisa dipenuhi,

7. Jangan paksa diri kalau lelah.

Mengemudi kendaraan dalam keadaan lelah, akan sangat berbahaya. Baiknya ambillah waktu jeda untuk rehat sejenak. Menurut banyak penelitian, paling tidak pengemudi itu harus beristirahat sekitar setengah jam, setiap 3 jam perjalanan.

8. Tambah kewaspadaan saat hujan.

Saat hujan, jalan jadi licin. Banyak keadaan mendadak yang seyogyanya dapat dikendalikan saat keadaan normal, belum tentu waktu jalan licin karena hujan. Perlambat laju kendaraan, is a safety way guys ...

9. Perhatikan rambu.

Rambu adalah alat pengaman. Jadi pasang mata lebar-lebar untuk rambu jalan yang terpasang. Jangan anggap remeh. Karena rambu itu sebenarnya adalah peringatan. Selain petunjuk rambu liak-liuk jalan biasanya juga ada petunjuk batas kecepatan. Ikuti saja semuanya dengan ikhlas, Insya Allah keselamatan lebih terjamin.

10. Ucap syukur setelah tiba 

Ucap syukur tidak lupa kita hadirkan dalam hati dan lisan setibanya ditempat tujuan maupun saat bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat. Semua usaha kita tidak akan berarti jika tidak dengan izin dan perlindunganNya. Alhamdulillaah.

Sekian dulu beberapa tips praktis, meski sederhana moga bermanfaat. Have a nice travelling.

Wassalam