Pengalaman JELAJAH ke Air Terjun Katak Samboja - Bagian 1

Komunitas Jelajah di Arter Katak Samboja



Ngomongin soal pengalaman, pastinya asik. Saat perjalanan ditempuh bareng, jadinya rame. Penuh canda dan tawa. Perasaanpun jadi senang, bahagia. Itu yang membuat semangat tetap menyala. Yah begitulah. Suka dan duka ditanggung dan dirasakan bersama. 


produksispot.blogspot.com - Tidak terkecuali bagi sahabat kita dari komunitas penggiat wisata, budaya, sejarah dan lingkungan JELAJAH-HoS Samarinda. Mengawali tahun 2018 dengan satu trip seru ke objek wisata Air Terjun Katak. Sobat Bloggin Up pengen tahu gimana ceritanya ? Okey deh, kita simak gambaran pengalaman itu lewat satu tulisan sahabat Fadli Ahmad dari komunitas Jelajah-HoS berikut ini.

Oh ya terima kasih mas Fadli yang sudah berkenan berbagi dan menjadi Guest-Writer di Bloggin Up. Tetap semangat dan sukses selalu. Aamiin.

________________________


Air terjun Katak. Mendengar namanya saja sudah membuat PANASaran. Yang kebayang mungkin airnya yang meloncat-loncat bagai katak. Eh ternyata. Tak seperti yang kubayangkan. Tapi bentar. Paling tidak, ada satu fakta nih yang mungkin berhubungan erat dengan sebutan untuk air terjun (arter) ini. Di atas arter ini memang banyak kataknya. Hmmm... kayanya sih, ini salah satu penyebab mengapa air terjun ini dinamai air terjun Katak. :)

Kekhasan arter Katak

Kalau pendapat pribadiku sih air terjun Katak ini punya ciri khas tersendiri. Selain banyak kataknya, airnya juga cukup bersih. Sedangkan kalau soal ketinggiannya, kayanya hampir sama saja dengan yang lain. Seperti misalnya air terjun Bukit Biru dan sebagainya.

Oh iya. Satu perbedaan lagi yang jadi ciri khas karena belum pernah kutemui di objek wisata arter lain sementara ini. Hehe ... Yaitu, perjalanannya bro and sis ! Perjalanan menuju air terjunnya itu loh yang telah memberiku dan teman-teman sensasi tersendiri :D Seru dah pokoknya. Faktor cuaca ternyata sangat berperan membuat perjalanan menjadi begitu "menantang" menuju arter ini. :D

Lokasi arter Katak

Lokasi arter Katak berada di km 38 Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, propinsi Kalimantan Timur.  Jalurnya, masuk ke simpangan arah Objek Wisata Bukit Bengkirai atau yang ke Sepaku. Dari simpangan masuk ± 8 km. Nanti di pinggir jalan raya sebelah kiri jalan, ada spanduk bertuliskan "Selamat Datang di Air Terjun Katak Km 38". Spanduk ini hasil prakasa rekan komunitas JEJAK BUDAYA dari Kutai Kartanegara.

Spanduk di gerbang masuk arter Katak

Nah, dengan berdiri di seberang spanduk tadi, kita sudah bisa melihat jalan masuk menuju ke air terjunnya. Dengan kondisi jalan yang bisa saya katakan masih kurang enak untuk dilalui. Jalannya masih tanah bercampur bebatuan. Kalau sedang musim hujan seperti waktu trip kami, tentu becek hampir sepanjang jalan. Untuk sampai ke arter kita harus masuk lagi menempuh jarak sekitar 7 km. (bersambung)


Penulis : Fadli Ahmad (Anggota JELAJAH-HoS Samarinda)
Editor   : Agus P
Foto      : JELAJAH / JEJAK BUDAYA


Arter Katak Samboja, Menu Pertama Tahun 2018 Komunitas Jelajah-HoS Samarinda

Air Terjun Katak km 38 Kutai Kartanegara
Air Terjun Katak, km 38 Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim


Halo sahabat Bloggin. Kali ini Bloggin Up share tulisan dari sobat Chiel Ipeth. Beliau adalah salah seorang pengurus / admin komunitas penggiat wisata, budaya, sejarah dan lingkungan JELAJAH-HoS Samarinda. Sedikit tentang trip ke air terjun Katak yang tepatnya berada di Km 38, Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim pada hari Minggu, 7 Januari 2018 lalu bekerja sama dengan komunitas Jejak Budaya.


produksispot.blogspot.com - Berawal dari munculnya ide ngetrip, kayanya asik kalau ke arter Katak. Yang di Samboja itu tu.... Memang sih, jadwal resmi rencana trip tahun ini sudah tersusun. Dan soal arter Katak ini, akupun ingat kata Ketum Jelajah-Hos, Eddy Yan, sebetulnya jadwal ke arter ini masih beberapa bulan lagi. Tapi yah udahlah. Namanya juga ide. Maybe Yes, maybe No. :D

Hmmm... pikir punya pikir, asik sih asik. Tapi masalahnya belum tahu juga ni rute menuju lokasinya broh ! *Whaaat...??? Na ini ni yang sempat bikin bingung. *Eh, napaaa juga aku ng-ide ke lokasi ini yak ? Nah loh. Bingungkan ? Sama :D.

Mmmm... honestly, mungkin lebih karena rasa penasaran kali ya. Atau karena faktor lain ? Wallahu a'lam. Lagian kan sebenarnya, tahun lalu trip ke arter ini sudah dijadwal. Cuman waktu itu belum sempat kerealisasi. Jadilah aku fikir mungkin tahun ini bisa segera dieksekusi nih.

Santai sejenak komunitas Jelajah di arter Katak

Okey lah ya. Kita lupain dulu deh soal ide meng-idenya. Yang penting sekarang, what next ?  Kemudian aku teringat rekan Echo dari JEJAK BUDAYA yang kalau ngga salah, kan 2 tahun lalu pernah kesana. Waktu pemasangan spanduk dan ikut dalam Aksi Sapta Pesona bersama pak Anthony Rakhman. *Bingo...

Seperti dapat pencerahan, makanya ngga aku sia-siakan. Langsung tancep, nyari tahu bagaimana cara dan rute yang harus ditempuh untuk bisa sampai ke air terjun Katak. Dan... setelah kutanya seperti apa medannya, seketika itu juga aku kaget. Ngga nyangka juga soalnya sampai sebegitunya. :)

Digambarin mas Echo kalau medannya cukup berat. Harus menyusur masuk cukup jauh dengan gaya nyeker-men alias mlaku sikil alias jalan kaki 5 s/d 6 km ! *Haduh... Belum lagi kontur jalan yang berbukit dan bechek. Udah gitu ngga ada oujhek lagi. :) Alamak !? Jujur. Sempat men-ciut juga ni nyali. Hihi ... Tapi, ah masa iya dibatalin ? Apa kata dunia ???!!! Lagian yang kuyakin, JELAJAH kan Tangguh. Sudah banyak pembuktiannya. Masa sih nyerah ... ? Hehe... No no no ...

Nah, kata peribahasa sih, katanya, dimana ada kemauan di situ ada jalan. Eh ternyata benar loh. Rekan Echo yang sudah bantu kasi info ternyata juga bersedia ikut dalam trip sebagai pemandu. Yeay ... :D Manteb kan ? Paling ngga, ya jadi lebih amanlah. Rasa khawatir bakal tersesat bisa dinetralisir. Dan ngga cuman itu. Ada lagi nih good news berikutnya. Pak Anthony bersama istri juga pengen ngikut. Yesss. Tambah semangatlah jadinya. Klop. :D

Singkat cerita, kami berkumpul ditempat yg telah sepakati. Awalnya sempat ragu juga. Sebab cuaca sepertinya kurang bersahabat. Hujan mengguyur bumi sejak subuh. Tapi ya, aku dan teman-teman tetap komit, sepanjang tidak terlalu membahayakan atau masih berada dalam batas yang memungkinkan trip tetap aman, why not. Toh hujan juga ngga begitu deras 💪💪

Komunitas Jelajah di air terjun Katak Samboja

Akhirnya, berangkatlah kami dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti sekitar 20 orang, dikomandani sahabat Anang Anwar dan Dayun Juna. Sementara gelombang berikutnya menyusul sekitar 15 orang dengan komandannya sohib Wahyu Saputra. Jadi total kami ada 35-an orang. 24 orang pake motor dan 1 orang dengan mobil.

Sesampainya kami dilokasi, Wow ! Medan jalannyaaaah... ck ck ck, emang emoy... :) Tapi ya begitulah. Semua memang sudah bersiap menghadapinya. Keadaan itu tak menyurutkan semangat dan langkah kami meng-explore lokasi wisata arter Katak ini. Ngga gampang memang. Butuh semangat plus stamina yang mumpuni.

Dan memang tangguh sahabat JELAJAH. Terbukti untuk kesekian kali. Ngga peduli jalan bechek ngga adak oujhek, menanjak, licin, teruuuus saja maju. Meringsek masuk dengan langkah yang pantang surut. Salut dah pokoknya. *Ehm, ehm ... :D 👣👣💪💪 Alhamdulillaah.

Terimakasih sahabat semua. Trip pertama diawal tahun 2018 yang tak kan terlupa karena perjalanan yg "luar biasa". Di akhir catatan ini, ngga lupa khusus buat sobat Echo dan pak Anthony beserta istri, kami ucapkan banyak terima kasih sudah ikut bergabung dan sudi ikut bersama bersusah payah menanggung beratnya perjalanan. Dan yang terpenting, juga dengan suka hati berkenan membantu menjadi pemandu kami di trip kali ini. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa membalas amal kebaikan yang telah sobat berikan. Aamiin.

Nah sekian dulu catatan singkat ini. Sampai jumpa di Trip selanjutnya.

Spanduk himbauan tertib buang sampah

                                       #Jelajah_Tangguh #Jelajah_Yess



Sumber : Chiel Ipeth (Admin komunitas JELAJAH-HoS
                 Samarinda)
Foto       : Jelajah / Jejak Budaya
Editor    : Agus P


Sekilas Tentang Sabar

Majelis Ta'lim tentang arti sabar
Majelis Ta'lim Masjid Al Barokah Mess Pama Bumi Etam
Sangatta, Kutai Timur


Kita semua tentu sering mendengar kata "sabar". Kata yang sangat mudah kita ucapkan meluncur dari lisan. Namun apakah sudah yakin faham ? Gimana sih sebenarnya pengertian sabar itu ? Berikut sedikit catatan yang mudah-mudahan bisa membantu mengantarkan kita menemukan jawabnya.


produksispot.blogspot.com
- Sabar adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dari kata "shobaro". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Banyak sekali ayat dalam Al-Qur'an yang menandaskan pengertian dasar itu. Salah satunya seperti yang terdapat dalam Surah Al Kahfi ayat 28 tentang perintah menahan diri "keluar" dari golongan hamba yang senantiasa menyeru dan mengharap keridhoanNya, sekaligus mencegah keinginan manusia bersama orang-orang yang lalai dari ingat kepadaNya.

Sedangkan dari segi istilah, sabar dapat berarti menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, menahan berkeluh kesah baik lisan maupun hati serta menahan anggota tubuh dari perbuatan sia-sia.

Sabar sebenarnya bukan semata berarti pasrah. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada perjuangan mengalahkan hawa nafsu insani. Dalam bermujahadah, sabar diimplementasikan dengan perjuangan melawan hawa nafsu. Saat waktu shalat tiba, dorongan nafsu menginginkan seseorang itu tetap santai dan asyik dengan aktifitas keduniaannya. Jika ia tidak segera bergerak untuk berwudhu kemudian berangkat menunaikan panggilan shalat, berarti dapat dikatakan ia masih belum mampu bersabar. Dalam hal ini melaksanakan ketaatan kepadaNya.

Kajian Aqidah Akhlak ustadz Hamim Tohari


Jadi adalah keliru bila kesabaran itu hanya diartikan sebagai perwujudan sikap yang pasif. Karena sebenarnya sabar mengandung dua unsur sikap secara berimbang, pasif dan aktif. Bahkan dalam dimensi yang lain, sabar dapat diartikan sebagai sikap aktif untuk dapat merubah suatu keadaan atau kondisi, baik pribadi maupun sosial agar menjadi lebih baik. Seseorang belum dikatakan bersabar jika ia tidak berusaha berbuat sesuatu ditengah kerusakan atau kemaksiatan yang terjadi.

Puncak kesabaran adalah keberuntungan. Untuk mencapainya memang tidaklah mudah. Harus melalui proses berupa latihan atau riyadhoh. Oleh karena itu, seseorang yang menempuh jalan ini harus pula senantiasa, rajin berdo'a memohon pertolonganNya. Lengkapi juga bagian latihan itu dengan ikhtiar menggali ilmu tentang keutamaan bersabar dari Al-Qur'an dan Hadits.

Mencoba semampunya berbuat semata-mata hanya untukNya. Barangsiapa yang berupaya sungguh-sungguh, niscaya DIA akan menolongnya dan akan memberikan ganjaran pahala yang lebih baik dari kesabaran seseorang itu sendiri. Hanya Allah yang kuasa menganugerahkan kesabaran pada siapa yang dikehendakiNya dan itulah sebaik-baik pemberian.

Umumnya para ulama membagi bentuk kesabaran itu dalam 3 hal, yaitu sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar menyikapi ujian Allah Subhaanahu wata'aala.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan bimbingan berikhtiar melakukan latihan bersabar yang dengannya kita kemudian pantas menerima anugerah terindah, termasuk dalam golongan sebagai hamba-hambaNya yang sabar. Aamiin aamiin ya Robbal 'aalamiin.

Sekian catatan singkat ini dan mohon maaf atas kekurangannya. Semoga bermanfaat dan wassalam.


Sumber : Kajian Aqidah Akhlak oleh Ustadz Hamim Tohari
                 Majelis Ta'lim DKM Masjid Al Barokah,Mess Pama KPCS
                 Selasa, 26 Desember 2017.