Adit Cellular, Pusat Penjualan HP Terbaik di Sangatta Kutai Timur

Adit Cellular pusat handphone terbaik di Sangatta
Adit Cellular, pusat penjualan dan service hp dengan harga terbaik
di Sangatta, Kutai Timur.


Hp ku rusak. Nyoba memperbaiki sendiri, ngga mempan. Jadi harus diservice oleh mereka yang ahli. Gara-gara jatuh dikamar mandi, kemasukan air dikit lewat sela casingnya. Maka hunting-lah besoknya tempat service hp di Sangatta. Sampai akhirnya ketemu Adit Cellular.


produksispot.blogspot.com - Daripada pusing utak-atik belum mau sembuh juga, mending langsung aja kasih ke mereka yang pastinya telah ahli dibidang service menyervice. Berangkat dari mess, menuju pusat kota Sangatta. Belum seberapa jauh melintas di jalan Yos Sudarso, ketemu Adit Cellular. Sebuah counter handphone yang ngga terlalu besar, disisi sebelah kiri arah menuju daerah Teluk Lingga.

Nanya dari atas motor, apa bisa memperbaiki hp, mas yang nungguin toko jawab bisa. Ya udah turun motor, serahin hp. Hp pun di pretelin sampai cuman nyisa PCB nya doang. Liat punya liat, dites, lalu masnya bilang, sepertinya ada yang konslet. Makanya ngga singkron. Keypadnya yang dipicik mana, eh yang keluar di LCDnya juga kemana. Haha :D Dia menunjuk pusat counter Adit Cellular yang ada di depan SDN 004 jalan Yos Sudarso III. Maka okey, cuz lah ke sana.

Toko ponsel Adit Cellular, jalan Yos Sudarso III, Sangatta, Kutim
Adit Cellular, Jalan Yos Sudarso III, Sangatta, Kutim
Ngga lama sampai di Toko ponsel Adit Cellular. Disana dilayani dengan ramah. Sayang waktu itu rupanya mekanik yang bertugas baru akan kerja agak siang karena habis lembur semalam. Yah tak apalah. Kebetulan waktu masih agak longgar.

Menunggu beberapa saat, akhirnya sang mekanik mulai mengerjakan mega proyek perbaikan hp saya. :) Kurang lebih satu jam kemudian, selesai. Dan hasilnya memuaskan ! :D Semua fitur bekerja kembali. Menurut Abdul Rahman - mekanik yang nanganin - untung hpnya cepat dibawa ke service. Bagian paling rawan seperti LCD atau PCB bisa konslet parah kalau tidak segera ditangani. Maklum musuhnya kan air.

Alhamdulillaah. Syukur biaya servicenyapun ngga mahal-mahal amat. Bersainglah pokoknya. Sebelum saya beranjak pulang, sempat ngobrol-ngobrol dikit sama Abdul Rahman. Mekanik "pelapis" di Adit Cellular ini masih cukup muda. Usianya baru menginjak 20 tahun. Dapat keahlian memperbaiki hp setelah "curi-curi" lihat, saat mekanik seniornya melakukan pekerjaan.

"Awalnya saya cuman liat-liat aja" kata Abdul Rahman. Dari sekedar melihat itu akhirnya mulai ikutan ngerti. Sampai akhirnya sekarang sudah dipercaya ikut menangani service seperti yang dilakukan untuk hp saya. :)

Abdul Rahman, mekanik muda Adit Cellular
Abdul Rahman, mekanik muda Adit Cellular
Abdul Rahman sebenarnya bercita-cita sekolah pelayaran. Tetapi karena sudah mulai enjoy dengan apa yang dia tekuni sekarang, remaja lulusan SMAN 1 Kalaena kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan ini mengaku ngejalanin dulu aja apa adanya. Disamping agar bisa bantu pamannya sendiri, M Hasim Pamewa yang tidak lain adalah pemilik Adit Cellular.

Sejak lulus SMA 2015 lalu, Rahman merantau ke Sangatta. Tinggal dan ikut membantu pamannya yang sudah terlebih dahulu merantau ke bumi kalimantan membuka usaha Adit Cellular. Mekanik muda penghobi sepak bola dan main game ini adalah anak ke 2 dari 6 bersaudara. Sang kakak juga sudah bekerja di Sangatta, sementara 4 orang adiknya masih berada dikampung halaman bersama kedua orang tua.

Nah sobat, kalau ingin nyari gadget atau pelayanan service dan lainnya yang memuaskan dengan harga bersaing, jangan ragu. Coba ke Adit Cellular. Khususnya buat sobat yang tinggal di Sangatta dan sekitarnya bisa mendapatkan pelayanan Adit Cellular untuk keperluan pembelian handphone baru / second, service, spare-part, aplikasi, asesoris, kartu perdana dan lain-lain. Tidak hanya di jalan Yos Sudarso III. Adit Cellular juga buka cabangnya di Jalan Yos Sudarso II dan Munthe.

Nah, sekian dulu artikel singkat ini, terima kasih sudah membaca. Semoga ada manfaatnya dan sukses selalu buat semua.

Wassalam.


Pengalaman JELAJAH ke Air Terjun Katak Samboja - Bagian 3 (Habis)

Trip ke arter Katak bersama JELAJAH Samarinda


Ngomongin soal pengalaman, pastinya asik. Saat perjalanan ditempuh bareng, jadinya rame. Penuh canda dan tawa. Perasaanpun jadi senang, bahagia. Itu yang membuat semangat tetap menyala. Yah begitulah. Suka dan duka ditanggung dan dirasakan bersama. 


produksispot.blogspot.com - Tidak terkecuali bagi sahabat kita dari komunitas penggiat wisata, budaya, sejarah dan lingkungan JELAJAH-HoS Samarinda. Mengawali tahun 2018 dengan satu trip seru ke objek wisata Air Terjun Katak. Sobat Bloggin Up pengen tahu gimana ceritanya ? Okey deh, kita simak gambaran pengalaman itu lewat satu tulisan sahabat Fadli Ahmad dari komunitas Jelajah-HoS berikut ini.

Oh ya terima kasih mas Fadli yang sudah berkenan berbagi dan menjadi Guest-Writer di Bloggin Up. Tetap semangat dan sukses selalu. Aamiin.

_______________________

Gemuruh, sang pencuri perhatian

Medan jalan yang relatif menantang, tak sedikitpun menyurutkan semangat kami. Sepanjang perjalanan canda tawa bersama rekan-rekan tak ada habisnya. Ada saja sesuatu yang jadi bahan candaan kami. Termasuk pada sang gemuruh. Gemuruh ini kerap terdengar sepanjang perjalanan. Sampai-sampai membuat kami tertegun sejenak. Dengan seksama kami coba tunggu lagi untuk mencari tahu arah sumber suara itu. Berharap mungkin sebagai tanda bahwa arter "sudekat". :) Tapi boro-boro dah. Ternyata gemuruh itu berasal dari perut salah seorang rekan kami. Kasian, belum sempat sarapan rupanya beliau. Wkwk... :D

Medan berbukit dan licin menuju arter Katak Samboja


Akhirnya sampai juga

Melangkah perlahan tapi pasti diiringi cucuran keringat menapaki bukit. Akhirnya sampailah kami di lokasi air terjun Katak. Tanpa terasa, rupanya perjalanan kami lumayan lama. Hampir 2 jam. Jalannya sih emang nyante aja. Itung-itung buat efisiensi tenaga sekaligus agar bisa menikmatinya. Tidak jarang kami singgah beristirahat.

Bersama JELAJAH di arter Katak Samboja

Nah. Kesan pertama setelah melihat arter Katak ini sangat melegakan. Dalam hati berkata, tak sia-sia jauhnya perjalanan. Terbayar lunas dengan keindahan air terjunnya. Setelah cuci-cuci sepatu yang penuh lumpur, rasanya ngga sabar pengen langsung nyebur, menikmati segarnya arter Katak. Kami juga makan siang bersama di areal yang sejuk ini.

Makan siang di arter Katak Samboja


Salam perpisahan dengan aksi bersih-bersih

Setelah puas bermain di air terjun, tak terasa sudah jam 4 sore. Yah, waktunya pulang nih. Akhirnya kamipun berbenah. Tapi, sebelum meninggalkan lokasi, kami berikan salam perpisahan yang manis untuk alam yang telah menjamu dan menyambut kami dengan keasriannya. Tak lupa aksi sadar wisata kami lakukan dengan memungut sampah kemasan plastik yang berserak di sekitar lokasi arter. Hingga semua beres, saatnya melanjutkan perjalanan pulang.

Sadar wisata dengan bersih-bersih di arter Katak Samboja

Dipenghujung cerita ini kami sampaikan terima kasih untuk sahabat perwakilan dari komunitas JEJAK BUDAYA yang sudah mau meluangkan waktunya menjadi pemandu kami menuju lokasi. Dan buat saudaraku semua di JELAJAH-HoS, terima kasih juga atas pengalaman yang sangat berkesan di trip kali ini. (The end).


Penulis : Fadli Ahmad (Anggota JELAJAH-HoS Samarinda)
Editor   : Agus P
Foto      : JELAJAH / JEJAK BUDAYA


Pengalaman JELAJAH ke Air Terjun Katak Samboja - Bagian 2

Komunitas JELAJAH di arter Katak Samboja


Ngomongin soal pengalaman, pastinya asik. Saat perjalanan ditempuh bareng, jadinya rame. Penuh canda dan tawa. Perasaanpun jadi senang, bahagia. Itu yang membuat semangat tetap menyala. Yah begitulah. Suka dan duka ditanggung dan dirasakan bersama. 


produksispot.blogspot.com - Tidak terkecuali bagi sahabat kita dari komunitas penggiat wisata, budaya, sejarah dan lingkungan JELAJAH-HoS Samarinda. Mengawali tahun 2018 dengan satu trip seru ke objek wisata Air Terjun Katak. Sobat Bloggin Up pengen tahu gimana ceritanya ? Okey deh, kita simak gambaran pengalaman itu lewat satu tulisan sahabat Fadli Ahmad dari komunitas Jelajah-HoS berikut ini.

Oh ya terima kasih mas Fadli yang sudah berkenan berbagi dan menjadi Guest-Writer di Bloggin Up. Tetap semangat dan sukses selalu. Aamiin.

________________________

Untuk sampai ke arter kita harus masuk lagi menempuh jarak sekitar 7 km. Tidak perlu terlalu khawatir tersesat. Karena kalau sudah masuk kita hanya lurus saja ngikutin jalan dan bakal nyampe tepat ke sasaran :)

Saat kita berada di arter Katak akan terlihat sebuah spanduk bertuliskan " Jangan meninggalkan sampah disini. Tinggalkan sebuah cerita ". Nah karena tulisan itu, saya jadi terinspirasi membuat cerita ini. Tentang pengalamanku bersama komunitas JELAJAH.

Gas tipis-tipis

Pagi itu sekitar pukul 06.30, rekan-rekan dari komunitas JELAJAH sudah berkumpul di depan halte Islamic Center untuk memulai keberangkatan. Karena lagi musim hujan, pagi itu tak pelak kotaku Samarinda dan sekitarnya di guyur hujan. Sempat muncul keragu-raguan jadi apa tidak ya hari ini berangkat ? Soalnya kalau hujan sudah bisa dipastikan kondisi jalan bakal licin karena becek. Kendaraan jadi susah untuk bisa masuk terlalu jauh. Tapi ya susahlah. Karena sudah terlanjur penasaran, akhirnya kami putuskan tetap berangkat. Walaupun asli. Dinginnya hawa pagi itu, lumayan. Lumayan bikin menggigil maksudnya. Hihi ... Kami tetap berangkat dengan istilah kami "gas tipis-tipis". Maksudnya, biar lambat asal selamat. Pada trip kali ini kami dipandu oleh mas Echo dan pak Anthony Rakhman beserta istri dari komunitas JEJAK BUDAYA.

Biar lambat asal selamat


Keseruan itupun dimulai

Sesampainya kami di akses masuk menuju arter Katak, disitulah keseruan bermula. Tatkala sejauh pandangan mata kami meneropong kondisi jalan. Dari kejauhan saja sudah tampak medan berupa hamparan coklat alias lumpur ! Wkwk ...

Medan lumpur menuju arter Katak Samboja

Sebelum bergerak masuk tak lupa kami rehat sejenak. Ada juga rekan-rekan yang mengisi "amunisi" alias sarapan terlebih dahulu. Rute yang akan dilalui kali ini tidak mudah. Jadi kalau cuman modal semangat apalagi nekat saja, belum cukup. Tetapi juga harus menyiapkan bekal konsumsi terutama air minum yang cukup.

Ancang ancang dulu sebelum masuk

Setelah urusan perut dan penat kelar, waktunya untuk melanjutkan perjalanan masuk ke lokasi air terjun. Ada dua opsi cara menempuh perjalanan yang bisa dilakukan. Pertama, memarkir motor di pinggir jalan raya saja lalu masuk berjalan kaki atau yang kedua. Sedikit memaksakan tetap bermotor sampai dibatas yang memungkinkan. Akhirnya semua opsi dipilih sesuai kondisi masing-masing saat itu. Sebagian ada yang berjalan kaki dan sebagian lagi bermotor menerobos kubangan licak (lumpur). Saya sendiri memutuskan untuk masuk menggunakan sepeda motor (belahan jiwa) saya. :)

Off road di jalan masuk ke arter Katak Samboja

Karena sulitnya medan, motor kami cuman sanggup menerobos hingga 2 km. Selanjutnya kami putuskan berjalan kaki. Kebetulan ada sebuah pondok perkebunan warga. Jadi kami bisa permisi untuk numpang nitip parkir kendaraan di situ.

Pondok perkebunan warga di jalan masuk arter Katak Samboja

Seperti lirik lagu "sepanjang jalan kenangan" perjalanan menuju arter Katak lumayan panjang dan melelahkan. Berjalan di kubangan lumpur dengan kondisi yang licin ditambah langkah kaki yang begitu berat. Waw. Serunya, rame rame ! :D (bersambung)


Penulis : Fadli Ahmad (Anggota JELAJAH-HoS Samarinda)
Editor   : Agus P
Foto      : JELAJAH / JEJAK BUDAYA